Rabu, September 02, 2009

Dayang-Dayang Ke Rumah Abadi

Kisah Ali R.A Melewati Tanah Pemakaman

 Kumail R.A bercerita, “Pada suatu hari aku berjalan bersama Ali R.A hingga tiba di suatu hutan lalu Ali R.A mendekati sebuah kuburan sambil berkata, “Wahai penghuni kubur, wahai penghuni tempat sunyi, wahai yang berbau busuk, wahai yang penuh ketakutan. Bagaimanakah kabarmu?“ kemudian ia berkata, ”Ada pun kabar kami disini, hartamu telah dibagi-bagikan, anak-anakmu telah menjadi yatim, dan istri-istrimu telah menikah lagi. Inilah berita kami. Ceritakanlah sedikit tentang kalian,” Seraya menoleh kepadaku, ia berkata, ”Wahai Kumail seandainya mereka boleh dan dapat berbicara mereka akan berkata bahwa sebaik-baik bekal ia takwa.” Setelah berkata demikian ia menangis, “Wahai Kumail kubur adalah tempat menyimpan amal, dan kita akan menyadarinya setelah maut menjemput kita.” (Muntakhab, Kanzul-Ummal).

Faedah
 Amal baik atau buruk seseorang akan disimpan di dalam kubur bagaikan tersimpan di dalam kotak. Banyak hadist yang menjelaskan bahwa amal baik akan datang berupa seseorang yang tampan, ia akan menjadi sahabat dan penghuni si mayit. Sebaliknya, amal buruk akan datang sesuatu yang buruk rupa, busuk, dan hanya akan lebih menyengsarakan mayit. Sebuah hadist menyebutkan, ”Tiga hal yang mengiringi manusia sampai ke kuburnya, yaitu hartanya (sebagaimana kebiasaan orang Arab), keluarganya, dan perbuatannya. Harta dan keluarganya akan kembali setelah penguburan, dan yang tinggal bersamanya hanyalah amal perbuatannya.” 

 Suatu ketika, Nabi SAW bertanya kepada para sahabatnya “Tahukah kalian bagaimana perumpamaan kalian dengan sanak saudara kalian, harta kalian, dan amal perbuatan kalian?” Atas keinginan sahabat, Nabi SAW bersabda, ”Perumpamaannya bagaikan seseorang yang memiliki tiga saudara.” Menjelang kematiannya, ia memangil saudara-saudaranya dan berkata, ”Saudara-saudaraku kalian telah mengetahui bagaimana keadaanku ini, maka bantulah apa yang dapat kalian berikan kepadaku?” Saudaranya yang pertama menjawab, “Aku akan menyayangimu, aku akan mengobatimu dan aku akan melayani segala keperluanmu, jika kamu meninggal dunia aku akan memandikanmu, mengkafanimu, dan menguburkanmu lalu aku akan senantiasa mengigat kebaikanmu.” Sabda Nabi SAW, ”Saudara seperti ini adalah sanak saudara dan keluarganya.” Kemudian pertanyaan yang sama diajukan kepada saudaranya yang kedua, lalu dijawab, ”Aku akan bersamamu selama engkau masih hidup, jika kamu meninggal aku akan pergi kepada yang lain saudaranya itu adalah hartanya.” Kemudian ia memanggil saudaranya yang ketiga dan menanyakan hal yang sama. Maka dijawab, ”Walaupun di dalam kubur, aku akan bersamamu, akan kutenangkan hatimu jika akan di hisab, dan aku akan memberatkan amalan baikmu.” Saudaranya ketiga ini adalah amal shalihnya. Sabda Nabi SAW, ”Sekarang sebutkanlah manakah yang menjadi pilihanmu? Para sahabat R.A menjawab “Ya Rasulullah, jelas saudara yang terakhir itulah yang kami pilih yang pertama dan kedua kurang bermanfaat.” 



0 komentar: