Sabtu, Oktober 10, 2009

Sholat Wajib Dan Sunnat Di Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW bersabda “Bahwa Allah telah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan dan Allah telah menjadikan Qiyam, yaitu sholat Tarawih sebagai Sunnah. Juga dapat diketahui bahwa sholat Tarawih telah diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Adapun riwayat-riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah SAW menisbatkan Sunnah Tarawih pada dirinya, maksudnya sebagai penguat perintah Allah SWT tadi, sehingga para Imam Madzhab sepakat bahwa sholat Tarawih adalah Sunnah. Dan tertulis dalam Al- Burhan, bahwa tidak seorang pun diantara kaum Muslimin yang menolak kesepakatan itu kecuali kaum Rawafidh (Syi’ah). Dan Syaikh Maulana Syah Abdul Haq Muhaddits Dehlawi Rah.A dalam kitab Ma Tsabata Bis- Sunnah telah menulis dari beberapa kitab Fiqih bahwa jika suatu masyarakat kota meninggalkan sholat Tarawih, maka pemerintahnya harus memerangi mereka. 

 Ada suatu hal penting yang perlu diperhatikan, bahwa pada umumnya orang-orang berpendapat bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan Al- Qur’an di Mesjid selama delapan atau sepuluh hari, itu telah mencukupi lalu amalan tersebut dapat ditinggalkan. Masalah ini perlu diteliti kembali, sebab sebenarnya ada dua sunnah yang berbeda dalam hal ini: 

(1) Mendengar atau membaca seluruh Al- Qur’an di dalam sholat tarawih adalah ketetapan Sunnah. 

(2) Sholat tarawih pada setiap Ramadhan adalah Sunnah. 

 Dengan demikian jelaslah bahwa apabila mereka mendengarkan hafalan Al- Qur’an hanya beberapa hari kemudian mereka meninggalkannya berarti mereka menggamalkan satu Sunnah dan meninggalkan yang lainnya. 

 Bagi orang yang sedang berpergian atau keadaannya sulit untuk untuk menunaikan sholat Tarawih disuatu tempat, maka lebih baik ia mendengarkan Al- Qur’an beberapa hari pada awal Ramadhan, sehingga tidak mengurangi bacaan Al- Qur’annya. Jika ada kesempatan melaksanakan sholat Tarawih diman saja, hendaknya ia melaksanakannya, sehingga (menghafal) Al- Qur’an dapat terlaksana, dan pekerjaan kita pun tidak terbengkalai. 

 Setelah Rasulullah SAW menjelaskan mengenai puasa dan Tarawih, beliau menganjurkan agar menunaikan ibadah Fardhu dan Sunnah-sunnah lainnya. Pahala mengamalkan satu Sunnah pada bulan Ramadhan sama dengan pahala beramal wajib diluar Ramadhan. Dan pahala menunaikan satu amalan wajib pada bulan Ramadhan sama dengan pahala menunaikan tujuh puluh amalan wajib diluar bulan Ramadhan. Berkenaan dengan hal ini, kita hendaklah memikirkan keadaan ibadah kita. Dalam bulan keberkahan ini hendaklah kita berpikir, sejauh manakah perhatian kita dalam menyempurnakan kewajiban dan menambah amalan sunnah. Perhatian kita terhadap amaln fardhu pada saat ini hendaklah demikian. Kebanyakan diantara kita meneruskan tidur setelah sahur, sehingga mengqadha sholat Shubuh, setidak –tidaknya tertinggal sholat berjamaah. Seolah- olah inilah syukur kita, ibadah wajib yang sangat perlu dioerhatiakan malah kita Qadha’ atau paling tidak kita menguranginya. Padahal, para ahli ushul berpendapat bahwa shalat tanpa berjamaah adalah suatu kekurangan, bahkan Nabi saw bersabda bahwa seolah-olah tidak sah shalat mereka yang tinggal disekitar masjid, kecuali dimasjid. Tertulis di dalam mazhahiril-Haq bahwa barang siapa shalat tanpa berjamaah tanpa udzur,maka kewajiban shalatnya sudah terpenuhi,namun pahala shalatnya tidak ia dapatkan. Demikian juga shalat magrib ,biasanya ketika itu orang sedang sibuk berbuka puasa, sehingga tidak perlu dibicarakan lagi tentang orang-orang yang tertinggal rakaat pertama atau takbir pertama. Mengenai shalat Isya, karena beranggapan untuk mengganti kebaikan-kebaikan pada shalat Tarawih, banyak yang sholat Isya sebelum waktunya. 

Demikianlah amalan kita pada bulan Ramadhan, karena ingin menunaikan satu amaln wajib, tiga amlan wajib lainnya dilalaikan. Inilah yang paling sering terjadi. Sedangkan shalat Zhuhur, karena tidur sebelum Zhuhur ( qailulah ), kita tertinggal shalat berjamaah Zhuhur. Begitu juga dengan shalat Ashar. Karena sibuk mempersiapkan makanan ifthar, maka tertinggallah shalat berjamaah Ashar. 

Inilah yang semestinya kita pikirkan, sejauh manakah kita menunaikan kewajiban-kewajiban pada bulan Ramadhan yang penuh berkah. Jika yang wajib saja sulit untuk diamalkan ,bagaiman dapat mengamalkan yang sunnah? Shalat Isyraq dan Dhuha pada bulan Ramadhan sering kita tinggalkan karena tidur. Apalagi shalat Awwabin, karena sibuk berbuka dan khawatir dengan shalat tarawih yang panjang, akhirnya shalat Awwabin ditinggalkan, dan waktu shalat tahajjud kita juga habis karena digunakan untuk sahur. Apabila demikian kapankah ada kesempatan untuk melakukan shalat sunnah. Semua ini terjadi karena orang-orang tidak memperhatikan atau tidak ingin mengamalkannya. 

Sebuah syair berbunyi: 

Jika tidak ada kemauan, beribu-ribu alasan dapat engkau kemukakan.  




Hadits Ke-1

Dari Salman R.A, ia berkata, ”Pada akhir bulan Sya’ban, Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami.” Beliau bersabda, ”Wahai manusia, telah dekat kepadamu bulan yang agung lagi penuh berkah. Bulannya di dalannya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seri bulan. Bulan yang di dalamnya Allah menjadikan puasa sebagai Fardhu dan bangun malam sebagai Sunnah. Barang siapa mendekatkan diri di dalamnya dengan beramal Sunnah maka, (pahalanya) seperti orang yang beramal Fardhu pada bulan lainnya. Dan barang siapa beramal Fardhu didalamnya, maka pahalanya seperti orang yang beramal tujuh puluh amalan Fardhu pada bulan lainnya. Inilah bulan kesabaran, dan pahala sabar adalah surga. Inilah bulan kasih sayang, bulan saat rezeki seorang Mukmin ditambah. Barang siapa memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” Mereka berkata, ”Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.” Beliau bersabda, ”Allah memberi pahala kepada orang yang menberi makanan untuk orang yang berbuka puasa; meskipun sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu. Inilah bulan yang awalnya penuh Rahmat, tengahnya penuh ampunan, dan akhirnya kebebasan dari api neraka. Barang siapa meringankan beban hamba-hamba Sahayanya pada bulan itu, maka Allah akan menggampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah empat amalan pada bulan itu. Dua diantaranya menyenangkan Tuhannya, dan dua lainnya kamu pasti memerlukannya. 

 Adapun dua perkara yang dengannya kamu menyenangkan Tuhanmu adalah: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan kamu memohon ampunan kepada-Nya. Dan dua perkara yang pasti kamu memerlukannya adalah: kamu memohon surga kepada Allah dan kamu berlindung kepada-Nya dari api neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya seteguk minum dari telagaku yang ia tidak akan haus hingga ia masuk surga.“ (Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Ibnu Hibban). 

Faedah

 Hadits di atas dibahas oleh sebahagian ahli Hadits karena kelemahannya. Namun karena Hadits ini mengenai Fadhilah amal, maka kelemahan seperti itu masih dapat diterima. Juga karena Hadits banyak dikuat kan oleh Hadits- hadits lainnya, maka Hadits ini dapat diterima. 

 Ada beberapa hal yang dapat kita ketahui dari Hadits diatas. Pertama, betapa besar perhatian Nabi SAW sehingga secara khusus beliau berkhutbah pada akhir bulan Sya, Ban menasehati dan memperingatkan manusia agar jangan melalaikan bulan Ramadhan walaupun hanya satu detik. Dalam nasihatnya, beliau menjelaskan dengan panjang lebar keutamaan bulan Ramadhan kemudian memberikan beberapa petunjuk yang penting untuk diperhatikan. Pertama, hakikat Lailatul Qadar sebagai malam yang sangat penting. Penjelasan akan dipaparkan dalam pasal kedua Risalah ini.
(BERSAMBUNG)  


Kisah Islamnya Bilal Bin Rabah Al-Habsyi R.A Dan Penderitaannya

Bilal Al- Habsyi adalah sahabat yang mansyur. Ia Muadzim tetap Masjid Nabawi. Pada mulanya ia adalah seorang budak milik orang kafir, kemudian ia memeluk Islam yang menyebabkan ia banyak menerima berbagai siksaan. 

 Umyyah Bin Khalaf adalah seorang kafir yang sangat memusuhi Islam ia membaringkan Bilal di atas padang pasir yang sangat panas diterik matahari seraya meletakkan batu besar di dadanya, sehingga Bilal sulit bergerak sedikit pun. Lalu dikatakan padanya.. ”Apakah kamu siap mati seperti ini atau tetap hidup dengan syarat kamu meninggalkan Islam?” Bilal tetap berkata Ahad, Ahad (hanya satunya berhak disembah). “Pada malam hari ia dirantai dan dicambuk terus menerus sehingga badannya penuh luka. Dan pada esok harinya dengan luka itu dijemur kembali di padang pasir yang panas sehingga lukanya semakin parah, Tuannya berharap ia akan meninggalkan Islam atau mati perlahan dengan cara tersebut. Orang yang menyiksa Bilal R.A silih berganti, kadangkala Abu Jalal atau Umayyah Bin Khalaf, bahkan orang lain pun ikut menyiksanya. Setiap orang berusaha menyiksanya dengan lebih berat. Ketika Abu Bakar R.A melihat hal itu ia menebusnya dan segera memerdekakannya. 

Faedah

 Orang-orang Arab Musyrik telah menjadikan berhala sebagai sesembahan mereka dan sebagai lawannya, Islam mengajari Tauhid hanya kepada Allah SWT. Inilah yang menyebabkan dari lisan Bilal R.A selalu terucap Ahad, Ahad, karena hubungan dan cintanya tinggi terhadap Allh SWT. Sekarang kita banyak melihat cinta yang palsu.. Seseorang yang dicintai tentu akan merasa nikmat bila disebut namanya, kadang kala tanpa tujuan yang jelas namanya akan disebut-sebut. Lalu bagaimana cinta kepada Allah SWT? Yang pasti akan berguna di dunia dan di akhirat. Cinta itulah yang membuat Bilal R.A rela disiksa, sehingga penderitaan demi penderitaan menimpanya. Meskipun para pemuda Kafir Makkah menggiring dan menghinanya di jalan-jalan, ia terus berkata, Ahad….., Ahad…, inilah kehidupan yang pernah dialaminya sampai Nabi SAW, menjadikannya sebagai Muadzin yang selalu berkhidmat mengumandangkan Adzan, baik ketika tinggal maupun ketika dalam perjalananan. Setelah Nabi wafat ia tetap tinggal di Madinah Thayyibah, hanya saja ia tidak tahan melihat tempat Nabi SAW yang telah kosong. Sehingga ia berniat menghabiskan sisa hidupnya untuk berjihad dan beberapa lama ia tidak akan kembali ke Madinah. 

 Suatu ketika ia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Beliau bersabda, ”Wahai Bilal, betapa Zhalimnya kamu sehingga kamu tidak menziarahiku.” Begitu bangun dari mimpinya ia segera pergi ke Madinnah. Setibanya disana, Hasan dan Husain R.Huma memintanya mengumandangkan Azdan. Ia tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang sangat dicintainya itu. Ketika mulai Adzan terdengarlah suara Adzan seperti masa hidup Rasulullah SAW. Suara itu sangat meyentuh hati orang-orang yang mendengarnya sehinga para wanita keluar dari rumah dengan meneteskan air mata. Ia tinggal beberapa hari di Madinnah, lalu kembali ke Damsyik, dan wafat pada tahun ke-20 Hijriyah.(Usudul- Ghabah)  


Maaf Khusus

Diriku levelnya, seperti rumput, yang biasa di injak-injak dan di makan bagi makluk yang menyukai, 

 Saya memohon maaf atas segala keterbatasan dalam penyampaian Risalah ini. Saya melalukannya dengan harapan akan dibangkitkan sebagai orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sabdanya:

 “Barang siapa memelihara untuk umatku empat puluh Hadits tentang agamanya, maka Allah akan membangkitkannya dalam golongan orang-orang yang mengerti masalah agama, dan akan menjadi pemberi safaat dan menjadi saksi untuknya hari Kiamat”.

  Al-Qami Rah.A berkata, Maksud memelihara adalah ”Menjaga sesuatu dan memeliharanya dari kehilangan, baik dengan jalan menghafalnya di dalam hati atau dengan cara lain. Dengan demikian, meskipun menjaganya di dalam tulisan kemudian menyebarkannya kepada manusia, itu pun termasuk dalam golongan yang dijanjikan dalam Hadits diatas.” Al-Munawi Rah.A berkata bahwa memelihara untuk umatku ialah meriwayatkan Hadits disertai Takhrij dan Isnadnya. Ada juga yang mengatakan bahwa maksudnya adalah menyampaikan kepada kaum Muslimin, walaupun ia tidak menghafalkan atau tidak mengetahui maknanya. Dan perkataan “empat puluh hadits” itu termasuk Hadits-hadits Shahih, Hasan, atau Hadits-hadits Dhaif, yang dapat diamalkan karena Fadhailnya.

  Allahu Akbar. Kepunyaan Allah SWT. Semua kemudahan dalam Islam, dan kepunyaan Allah SWT. Segala kemurahan bagi pemeluknya yang sungguh-sungguh menakjubkan. Alim ulama sudah mencoba untuk menerangkan hal-hal yang tersirat. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita kesempurnaan di dalam Islam. Ada satu perkara yang ingin saya sampaikan, bahwa dalam penulisan saya merujuk kepada Hadits-hadits yang tertulis di dalam (Himpunan Fadhilah Amal, Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.A). 

 Dapatlah kita membuktikan kebenaran cerita di bawah ini, bila dengan berat hati kita mau menyebarkan cerita-cerita seperti di bawah ini, kepada siapa saja yang berdiri, melata, dan melayang di muka bumi ini. 


Sholat 1

Walaupun bagi orang-orang yang yang di dalam hatinya terdapat iman, InsyaAllah suatu saat ia akan dibebaskan dari neraka jahanam. Dan orang-orang kafir akan selamanya berada di neraka? Mungkin mereka harus berdiam di dalamnya beribu-ribu tahun.

 Sebagian ulama berkata bahwa disebutkan dalam hadits, “Barang siapa menjaga sholatnya, niscaya Allah akan memuliakannya dengan lima perkara: (1) Dihilangkan kesempitan hidupnya, (2) Diselamatkan dari azab kubur, (3) Diberikan catatan amal melalui tangan kanannya, (4) Melintasi Shirat secepat kilat, (5) Masuk surga tanpa hisap. “Dan barang siapa melalaikan sholatnya, Allah akan menyiksanya dengan lima belas adzab di dunia, tiga adzab ketika mati, tiga adzab di dalam kubur, dan tiga adzab saat dibangkitkan. Lima siksa ketika berada di dunia yaitu: (1) Dicabut keberkahan umurnya, (2) Terhapus cirri-ciri keshalihan di wajahnya, (3) Seluruh amal perbuatannya tidak diberi pahala oleh Allah, (4) Doanya tidak diangkat kelangit, (5) Tidak mendapat bagian dari doa orang-orang shaleh. Dan tiga siksaan pada saat kematian: (1) Mati dalam kehinaan, (2) Mati dalam kelaparan, (3) Mati dalam kehausan, walau diminumkan air lautan di dunia ini, tidak akan meghilangkan rasa hausnya. Dan tiga siksa di dalam kubur: (1) Dihimpit oleh kuburnya sehingga tulang rusuk kiri dan kanannya saling bersilangan, (2) Dinyalakan api di dalam kuburnya, dan ia diguling-gulingkan di dalam api itu siang dan malam, (3) Allah memasukan ular berbisa bernama Syuja`ul-Aqra` ke dalam kuburnya, yang kedua matanya memancarkan api, dan kukunya dari besi yang panjang, setiap kukunya sepanjang sehari perjalanan. Ular itu akan memekik kepadanya dengan suara seperti halilintar yang menyambar, “Aku adalah Syuja`ul-Aqra. Tuhanku telah menyuruhku agar memukulmu karena kamu telah melalaikan shalat Shubuh hingga terbit matahari; karena kamu telah melalaikan shalat Zhuhur hingga Ashar; karena kamu telah melalaikan shalat Ashar hingga Maghrib; karena kamu telah melalaikan shalat Magrib hingga Isya; karena kamu telah melalaikan shalat Isya hingga Shubuh!” Setiap pukulan akan membenamkannya ke tanah sedalam tujuh puluh hasta, ia terus disiksa seperti ini dalam kuburnya sampai hari kiamat. (Semoga Allah menjauhkan kita dari adzab kubur). Dan tiga siksa pada hari kebangkitan, yaitu (1) Dihisab dengan sangat berat, (2) Dimurkai oleh Allah, (3) Dilemparkan kedalam neraka. Riwayat lain menyebutkan barangsiapa melalaikan sholat, ia akan dating pada hari Kiamat dan tertulis di wajahnya tiga baris tulisan, yaitu. Baris pertama: Wahai orang-orang yang menyianyiakan hak Allah. Baris kedua: Wahai orang-orang yang dimurkai Allah. Dan baris ketiga: Sebagaimana kamu telah menyianyiakan hak Allah didunia, maka pada hari ini kamu berputus asa dari Rahmat Allah (Semua berjumlah 14, satu tertinggal, mungkin parawi lupa-Az-Zawajir).

 Meskipun saya tidak menjumpai Hadits ini dalam semua kitab Hadits, namun mengenai pahala dan adzab dalam Hadits ini banyak dikuatkan oleh hadits- lainnya dengan riwayat yang berbeda. Sebagian hadits telah disebutkan, dan yang lainnya akan disebutkan di bawah ini. Disebutkan dalam riwayat pertama bahwa barang siapa meninggalkan sholat, maka ia telah keluar sari Islam. Dan sebesar atau sekecil apapun adzab yang telah atau akan disebutkan, semuanya merupakan adzab atas perbuatannya. Namun, walaupun ia telah berbuat dosa, Allah berfirman: 

 Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki (Q.s. An-Nisaa`:116).



Semangat Anak-Anak Dalam Agama

Kisah Dua Anak Anshar Yang Membunuh Abu Jahal

 Abdurrahman Bin Auf R.A adalah seorang sahabat yang terkenal. Ia berkata, ”Dalam perang Badar, ketika aku sedang berdiri dalam barisan perang, kulihat disebelah kanan dan kiri ku ada anak-anak kecil. Terlintas dalam pikiranku, seandainya yang ada di sisiku itu adalah orang dewasa yang kuat tentu lebih baik, karena ia dapat membantu jika diperlukan. Namun yang sekarang ada di sisiku adalah dua anak kecil, bagaimana mungkin mereka dapat membantuku?” Ketika aku sedang berpikir demikian, salah seorang anak memegang tanganku dan bertanya, ”Paman, kenalkah Paman dengan Abu Jahal?” Jawabku, “Ya aku mengenalnya, mau apa kalian dengannya?” Ia berkata “Aku mendengar, ia selalu mencaci Rasulullah SAW. Demi Allah yang nyawaku berada ditangan-Nya, jika aku melihatnya tentu aku tidak akan membiarkannya. Ia yang mati atau aku yang mati.” Aku sangat kaget mendengar jawabannya itu. Anak yang kedua pun bertanya seperti yang pertama, dan ia juga mengucapkan hal yang sama. Kebetulan ketika itu kulihat Abu Jahal sedang berkeliling. Aku berkata kepada kedua anak itu. ”Lihat, orang yang kalian tanyakan sedang berjalan.” Mendengar ucapanku, kedua anak itu langsung menghunuskan pedangnya dan lari mendekati Abu Jahal. Dan ternyata, Abu Jahal dapat dijatuhkan oleh mereka berdua. “ (Bukhari) 

Faedah
 Kedua anak itu adalah Mu’adz Bin Amr Bin Jamuh R.Huma dan Mu’adz Bin Afra R.A. Mu’adz Bin Amr R.Huma berkata, ”Aku mendengar bahwa tidak ada orang yang dapat membunuh Abu Jahal. Ia dijaga dengan sangat ketat tetapi dalam pikiranku, aku lah yang akan membunuhnya.“ Kedua anak itu berjalan kaki sedangkan Abu Jahal mengendarai kuda. Ketika Abdurrahman Bin Auf R.A melihatnya ia sedang mengatur barisan pasukannya. Kedua anak itu berlari mendekati Abu Jahal yang sedang berkuda karena sulit menyerang Abu Jahal secara langsung, maka salah seorang anak itu menyerang kaki kuda yang ditunggangi oleh Abu Jahal, dan anak yang lainnya menyerang kaki Abu Jahal. Dengan serangan itu, kuda pun terjatuh dan Abu Jahal juga terjatuh tidak dapat berdiri lagi. Kedua sahabat kecil itu meninggalkan Abu Jahal dalam keadaan menggelepar tidak dapat berdiri. Kemudian saudara mereka, Mu’awwidz Bin Afra R.A pun datang dan semakin melukai Abu Jahal karena khawatir Abu Jahal bangun dan lari. Saat itu Abu Jahal belum terbunuh. Lalu datanglah Abdullah Bin Mas’ud R.A yang langsung memenggal kepala Abu Jahal. Mu’adz Bin Amr R.Huma berkata, “Ketika memotong kakinya, Ikrimah Bin Abu Jahal sedang bersama ayahnya. Ia menyerang pundak ku sehingga tanganku terputus hanya tersisa sedikit kulit menempel ke badan. Kuletakkan tanganku di punggung, dan selama sehari penuh aku berjuang dengan satu tangan saja. Ketika tangan tadi mulai merasa mengganggu gerakanku maka ku injak tangan itu dengan kaki, lalu ku tarik keras hingga terputus tanganku dan kubuang potongan tangan itu.” (Khamis)



Rabu, September 02, 2009

Kisah Kelaparan Yang Menimpa Pasukan Al- Ambar

Pada bulan Rajab tahun ke-8 Hijriyah, Nabi SAW telah mengirim pasukan Muslimin sebanyak 300 sahabat R.A kesebuah tempat dekat laut, di bawah pimpinan Abu Ubaidah R.A, Rasulullah SAW hanya membekali mereka dengan sekarung kurma, mereka menetap disana selama lima belas hari, sedangkan persediaan makan telah habis. Qais R.A salah seorang anggota pasukan, membeli unta dari anggota pasukan lainnya, dengan perjanjian akan dibayar di Madinnah nanti. Unta itu disembelih olehnya untuk mengatasi kelaparan mereka. Akhirnya mereka meyemblih tiga ekor unta untuk makanan mereka setiap hari. 

 Pada hari ketiga pimpinan pasukan berpikir jika penyembelihan itu diteruskan, tentu mereka akan kesulitan kendaraan untuk pulang. Oleh sebab itu, Abu Ubaidah R.A menghentikan penyembelihan unta tersebut. Lalu ia menyuruh setiap orang untuk mengumpulkan kurmanya dalam sebuah karung. Setiap hari sebuah kurma dibagikan kepada setiap orang. Mereka hanya mengulumnya dan menambahnya dengan air minum, tanpa memakan apa-apa lagi hingga malam hari. Mengatakannya memang mudah, tetapi dalam pertempuran yang sangat memerlukan tenaga dan kekuatan, mereka hanya memakan sebiji kurma setiap hari. Ini adalah urusan hati dan perasaan. 

 Ketika Jabir R.A menceritakan hal ini, seseorang bertanya, ”Bagaimana hanya dengan sebuah kurma setiap hari?“ sahutnya ”Itu akan diketahui nilainya tatkala tidak ada yang tersisa. Sekarang, selain kelaparan tidak ada yang tertinggal. Kami terpaksa memetik dedaunan kering dicampur dengan air, lalu kami makan. Dalam keadaan terpakasa semua dapat dilakukan. Sesungguhnya Allah akan mengganti setiap kesusahan dengan kemudahan.” Setelah pasukan ini mengalami penderitaan yang sangat meyedihkan, tiba–tiba seekor ikan yang sangat besar terlempar dari laut dan terdampar. Di pantai di depan mata mereka. Ikan itu biasa disebut dengan ikan Ambar (ikan paus). Demikian besar ikan itu sehingga walaupun terus menerus dimakan selama delapan belas hari, ikan itu tidak juga habis, bahkan mereka dapat membawa dagingnya ketika kembali ke Madinnah. Ketika peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah SAW beliau berkata, “Ikan itu rezeki yang sengaja diturunkan Allah untuk kalian.” 

Faedah
 Penderitaan dan kesusahan dalam hidup adalah sesuatu yang biasa terjadi pada diri manusia. Terutama orang-orang yang dekat dengan Allah SWT, mereka akan diberi penderitaan ini, untuk itulah Nabi SAW bersabda “Penderitaan yang terberat diberikan kepada Anbiya’ A.S. kemudian kepada orang-orang yang mulia dalam umat ini, kemudian yang lebih rendah lagi diturunka kepada orang yang keutamaannya lebih rendah dari yang kedua.” 

 Ujian akan diberikan kepada seseorang sesuai dengan ketaatannya dalam agama. Jika lebih dekat dengan Allah SWT maka ujian akan lebih sulit lagi. Dan setiap selesai mengalami suatu kesusahan dengan rahmat dan kasih sayang Nya akan diiringi kemudahan. Hendaklah kita senantiasa berpikir betapa orang-orang terdahulu sangat bersusah payah itu semua semata-mata demi agama. Untuk menyebarka agama yang hari ini kita sia-siakan begitu saja. Mereka menderi kelaparan, memakan dedaunan dan menumpahkan darah ketika menyebar agama. Pada hari ini, bahkan menjaganya saja kita tidak mampu.  



Menjamu Tamu Tak Diundang

Kisah R.A Memadamkan Lampu Demi Menjamu Tamunya

 Seorang sahabat R.A menjumpai Nabi SAW dan mengadukan kelaparan dan penderitaanya kepada beliau, lalu Nabi SAW menyuruh seseorang bertanya kepada istri-istri beliau, apakah di rumah ada sisa makanan, ternyata tidak ada. Lalu Nabi SAW bertanya kepada para sahabatnya, ”Adakah diantara kalian yang malam ini bersedia melayani tamu ini?“. Seorang Anshar menyahut, “Ya Rasulullah, saya bersedia menerimanya sebagai tamu saya.” Sahabat Anshar itu membawa pulang tamu tadi kerumahnya dan berkata kepada istrinya, ”Ia adalah tamu Rasulullah SAW, jangan sampai kita mengecewakannya dan jangan sampai kita menyembunyikan apapun untuk memuliakannya.“ jawab istrinya, ”Demi Allah, aku hanya menyimpan sedikit makanan, itu pun hanya cukup untuk anak-anak kita.” Jawab suaminya, ”Hiburlah dulu anak–anak kita sampai mereka tidur, jika sudah tidur, hidangkanlah makanan itu untuk tamu kita. Aku akan duduk dengannya. Lalu padamkanlah lampu, sambil berpura-pura akan membetulkannya, istrinya melaksanakan rencana itu dengan baik pada malam itu suami istri dan anak–anaknya terpaksa menahan lapar. Terhadap peristiwa ini, Allah SWT berfirman : 

“Dan mereka mengutamakan (Kaum Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (Q.s. Al- Hasyr : 9). 

 Masih banyak kisah para sahabat sebagaimana kisah di atas. Inilah sebagian kisah lainnya : 

KISAH SAHABAT R.A MEMADAMKAN LAMPU UNTUK MENJAMU SEORANG YANG SEDANG BERPUASA 

 Seorang sahabat R.A selalu berpuasa, ia sering tidak memiliki makanan untuk berbuka, ketika Tsabit Al-Anshari R.A mengetahui keadaan sahabat tersebut ia berkata pada istrinya, ”Aku akan membawa seorang tamu malam ini. Jika kami mulai makan, padamkanlah lampu dan berpura-puralah untuk memperbaikinya. Selama perut tamu itu belum kenyang kita jangan makan makanan itu sedikitpun.” Rencana mereka berjalan lancar. Keesokan paginya, ketika Tsabit hadir di Majelis Rasulullah SA, beliau SAW, bersabda, ”Wahai Tsabit, Allah sangat menghargai palayananmu kepada tamumu tadi malam.” (Durrul Mantsur).



Kisah Terbunuhnya Musailamah dan Pengumpulan Al-Quran

Setelah Rasulullah SAW. Wafat, Musailamah Al-Kadzab yang pada masa hayat Rasulullah SAW saja sudah mengaku sebagai Nabi, semakin menjadi-jadi karena pada waktu itu orang-orang Arab banyak yang Murtad dari Islam, maka Musailamah semakin mendapat kekuatan sehingga Abu Bakar R.A. memutuskan untuk memerangi mereka. Dan Allah SWT, memberikan kekuatan kepada Islam sehingga Musailamah dapat dibunuh. Namun, pada pertempuran itu sebagian besar sahabat yang Syahid adalah para Hafidz Al-Quran. 

 Umar Bin Khaththab R.A. berkata kepada Amirul-Mukminin, Abu Bakar R.A, “Dalam pertempuran itu, banyak Qari` yang Syahid. Aku khawatir jika ada pertempuran lagi, maka akan banyak bagian Al-Quran yang hilang. Untuk itu, sebaiknya Al-Quran ditulis di suatu tempat agar selamat dan terjaga.” Abu Bakar R.A berkata, “Bagaimana aku berani mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah?”. Namun Umar R.A terus mendesaknya dan menyampaikan pentingnya mengumpulkan Al-Quran. Akhirnya, Abu Bakar R.A menyetujui usul Umar R.A itu. Maka dipanggillah Zaid Bin Tsabit R.A. Zaid R.A bercerita, “Suatu ketika, aku sedang bersama Abu Bakar, lalu datanglah Umar.” Kemudian Zaid R.A menceritakan pembicaraan antara Abu Bakar dengan Umar R.Huma. Setelah pembicaran itu, Abu Bakar R.A memanggilku dan berkata, “Engkau seorang pemuda yang cerdas, orang-orang sangat mempercayaimu, dan tidak ada yang bersangka buruk terhadapmu. Selain itu, engkau termasuk penulis wahyu pada zaman Rasulullah SAW. Oleh sebab itu, kumpulkanlah Al-Quran yang ada pada orang-orang dan tulislah di suatu tempat.” 

 Zaid R.A berkata, “Demi Allah, seandainya aku diperintahkan memindahkan sebuah gunung dari suatu tempat ke tempat lain, ini lebih mudah bagiku daripada harus mengumpulkan Al-Qur`an.” Aku berkata kepada mereka, “Mengapa hal ini harus dilakukan, padahal Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya?” Mereka menasehatiku. Menurut sebuah Hadits, Abu Bakar R.A berkata kepada Zaid R.A, “Jika engkau mengerjakan sesuai dengan perintah Umar, maka itulah yang aku perintahkan. Dan jika engkau tidak setuju, maka aku tidak berniat memerintahkannya.” 

 Zaid R.A bercerita, “Setelah lama membahasnya, akhirnya Allah membukakan hatiku untuk mengumpulkan Al-Qur`an menjadi satu. Sebelumnya, Al-Qur`an ditulis di tempat yang terpisah-pisah. Sebagian ada yang tersimpan di dada pada sahabat R.Hum, semuanya dicari sehingga dapat terkumpul.” (Bukhari). 

Faedah 
  Dalam kisah ini dapat kita ketahui tentang ketaatan para sahabat R.Hum kepada Nabi SAW. Lebih mudah bagi mereka untuk memindahkan gunung daripada harus melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW. Apalagi mengumpulkan Al-Quran sebagai dasar agama, Allah SWT meletakkan pahala ini semua dalam buku catatan para sahabat R.Hum tersebut. Zaid R.A dengan penuh kehati-hatian telah mengumpulkan Al-Qur`an sehingga tidak mengambil ayat yang tidak tertulis. Ia hanya mengumpulkan dari catatan-catatan yang telah ditulis pada masa Nabi SAW masih hidup, kemudian dicocokkan dengan Al-Qur`an yang ada di dalam dada para sahabat (yang mereka hafal). Untuk mengumpulkannya diperlukan usaha yang sangat gigih karena ayat-ayat Al-Qur`an telah ditulis di tempat yang berbeda. Namun Alhamdulillah, semuanya dapat dikumpulkan. Ubay Bin Ka`ab R.A yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang paling mahir dalam Al-Qur`an selalu ikut membantu dalam usaha ini. Karena usaha tersebut, seluruh Al-Qur`an telah dikumpulkan untuk pertama kalinya oleh para sahabat R.Hum.


Sengsara Membawa Nikmat

Kisah Islamnya Abu Dzar Al-Ghifari R.A

 Abu Dzar Al-Ghifari R.A adalah seorang sahabat Nabi SAW yang terkenal. Dikemudian hari, ia termasuk golongan ahli Zuhud dan ulama besar pada zamannya. Ali R.A berkata, “Abu Dzar memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh orang lain, namun ia menyimpannya.” Ketika pertama kali mendengar kabar kenabian Muhammad SAW, Abu Dzar mengirim saudaranya ke Makkah untuk memastikan berita itu. Ia berkata kepada saudaranya, “Apabila ada orang yang mengaku, `Telah datang wahyu kepadaku dari langit,` maka selidikilah ia dan dengarkan dengan baik kata-katanya.” Saudaranya pun pergi ke Makkah. Dan setelah menyelidiki di sana, ia pun kembali dan melaporkan, “Aku melihat ia memerintahkan agar melaksanakan kebiasaan baik dan berakhlak mulia. Dan aku mendengar ucapannya yang sangat indah, namun bukan ucapan syair atau ucapan ahli sihir. 

 Abu Dzar R.A tidak puas dengan berita saudaranya itu, sehingga ia memutuskan untuk pergi sendiri ke Makkah. Setibanya di sana, ia langsung menuju Masjidil-Haram. Pada saat itu ia belum mengenal wajah Nabi SAW., dan ia menduga tidak aman baginya jika menanyakan tentang Nabi kepada orang-orang. Hingga petang ia masih menyelidikinya. Ketika itu, Ali R.A melihat seorang Musafir asing. Pada masa itu, menjadi kebiasaan para sahabat untuk memperhatikan para Musfir, orang-orang miskin, orang-orang asing, lalu memenuhi hajat mereka. Ali R.A pun mengajaknya ke rumahnya dan melayaninya. Ali R.A merasa belum perlu bertanya mengenai siapa dan apa maksud kedatangannya. Dan Musafir tersebut juga tidak mengemukakan maksudnya kepada tuan rumah. 

 Pada pagi harinya, ia kembali ke mesjid dan menyelidiki lagi tanpa mengetahui apa pun dan tidak bertanya kepada siapa pun. Mungkin hal ini disebabkan berita permusuhan terhadap Nabi SAW telah tersebar luas. Nabi SAW dan siapa saja yang berani menemui beliau akan diganggu oleh mereka. Mungkin ia berpikir bahwa ia tidak akan mengetahui keadaan yang sebenarnya, karena gangguan yang mungkin tiba-tiba menimpanya, sehingga ia tetap menyendiri. 

 Pada sore hari kedua, Ali R.A berpikir, “Musafir yang terlantar ini pasti ada tujuannya datang kemari, mungkin tujuannya belum terpenuhi,” maka ia mengajak kembali tamunya menginap di rumahnya. Malam telah berlalu. Ali R.A masih belum sempat bertanya kepadanya. Malam ketiga pun sama seperti malam sebelumnya, “Apakah tujuanmu datang kemari?” Setelah meminta Ali bersumpah dan berjanji akan menjawab jujur setiap pertanyaanya, barulah Abu Dzar mengutarakan maksudnya. Ali R.A berkata, “Sungguh, beliau adalah utusan Allah. Jika esok pagi aku pergi, ikutilah aku. Aku akan mengantarmu kepada beliau. Namun, jika para penentang mengetahui hubungan kita, jumlah mereka sangat banyak dan berbahaya. Agar tidak dicurigai, jika ada bahaya yang mengancam, aku akan pura-pura buang air atau memperbaiki sepatu. Hendaknya engkau terus berjalan, jangan menungguku agar perjalanan kita tidak diketahui orang.”

 Keesokan paginya, Ali R.A. dan Musafir itu tiba di rumah Rasulullah SAW dengan sembunyi-sembunyi. Mereka berbincang-bincang dengan beliau. Dan pada saat itulah Abu Dzar R.A masuk Islam. Selanjutnya, karena Rasulullah SAW sangat mencemaskan gangguan yang akan menimpa Abu Dzar R.A beliau melarangnya agar tidak menunjukan ke Islamannya di muka umum. Beliau bersabda, “Pulanglah ke kaummu dengan sembunyi-sembunyi, dan kamu boleh kembali kesini jika kami telah menang.” Jawab Abu Dazar R.A, “Ya Rasulullah, demi Dzat yang nyawaku ada di tangan-Nya, aku akan mengucapkan kalimat Tauhid ini dihadapan orang-orang yang tidak beriman itu.” Lalu ia segera pergi ke Masjidil-Haram, dan dengan suara lantang ia berteriak, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
  Begitu selesai mengucapkan kata-kata tersebut, orang-orang menyerangnya dari segala arah. Tubuhnya terluka hebat, bahkan ia hampir menemui ajalnya. Untunglah paman Nabi SAW, Abbas R.A yang ketika itu belum masuk Islam, melindungi Abu Dzar dengan tubuhnya sambil berteriak, “Kalian sungguh Zhalim, orang ini orang Ghifar, Kabilah ini tinggal diantara jalan menuju Syam. Perniagaan kalian dan segala urusannya adalah dengan negeri Syam. Jika ia mati, jalan lalu lintas ke Syam akan tertutup bagi kita. Memang benar bahwa semua keperluan mereka datang dari Syam. Jika jalur itu tertutup, itu adalah bencana bagi mereka. Akhirnya, mereka meninggalkan Abu Dzar R.A. 

 Pada hari kedua. Abu Dzar R.A mengulangi perbuatan yang sama. Ia pergi ke Masjidil-Haram dan meneriakkan kalimat Tauhid di hadapan orang banyak. Orang-orang yang membenci ucapan itu pun kembali memukulinya. Dan pada hari itu, Abbas R.A jugalah yang mengingatkan kaumnya bahwa jika ia mati, maka jalur perdagangan mereka akan tertutup. 

Faedah 
  Walaupun Rasulullah SAW menasihati Abu Dzar agar tidak menunjukkan ke Islamannya, semangatnya yang tinggi untuk memperlihatkan yang hak telah merasuki jiwanya. Ketika agama yang hak ini telah merasuki jiwa seseorang, maka tidak ada alasan baginya untuk menutupinya dari siapapun. Adapun larangan Nabi SAW. Adalah karena rasa sayang beliau kepadanya, khawatir kalau Abu Dzar R.A tidak mampu menanggung penderitaannya. Tidak ada sedikit pun perasaan menentang Nabi SAW dalam hati para sahabat R.Hum. 

 Dalam menyebarkan agama, Nabi SAW sendiri telah banyak menderita. Oleh sebab itu, Abu Dzar R.A memilih untuk mengikuti penderitaan Nabi SAW, bukan menerima kemudahan yang beliau berikan. Inilah penyebab urusan agama dan urusan dunia para sahabat sempat meningkat dan menang di setiap medan. Siapapun yang telah mengucapkan sahadat sekali saja berarti berada di bawah naungan bendera Islam. Tiada kekuatan sebesar apapun yang dapat menghentikan semangat mereka, dan tiada satupun kezhaliman yang dapat menghentikan Syiar agama pada diri mereka.



Dayang-Dayang Ke Rumah Abadi

Kisah Ali R.A Melewati Tanah Pemakaman

 Kumail R.A bercerita, “Pada suatu hari aku berjalan bersama Ali R.A hingga tiba di suatu hutan lalu Ali R.A mendekati sebuah kuburan sambil berkata, “Wahai penghuni kubur, wahai penghuni tempat sunyi, wahai yang berbau busuk, wahai yang penuh ketakutan. Bagaimanakah kabarmu?“ kemudian ia berkata, ”Ada pun kabar kami disini, hartamu telah dibagi-bagikan, anak-anakmu telah menjadi yatim, dan istri-istrimu telah menikah lagi. Inilah berita kami. Ceritakanlah sedikit tentang kalian,” Seraya menoleh kepadaku, ia berkata, ”Wahai Kumail seandainya mereka boleh dan dapat berbicara mereka akan berkata bahwa sebaik-baik bekal ia takwa.” Setelah berkata demikian ia menangis, “Wahai Kumail kubur adalah tempat menyimpan amal, dan kita akan menyadarinya setelah maut menjemput kita.” (Muntakhab, Kanzul-Ummal).

Faedah
 Amal baik atau buruk seseorang akan disimpan di dalam kubur bagaikan tersimpan di dalam kotak. Banyak hadist yang menjelaskan bahwa amal baik akan datang berupa seseorang yang tampan, ia akan menjadi sahabat dan penghuni si mayit. Sebaliknya, amal buruk akan datang sesuatu yang buruk rupa, busuk, dan hanya akan lebih menyengsarakan mayit. Sebuah hadist menyebutkan, ”Tiga hal yang mengiringi manusia sampai ke kuburnya, yaitu hartanya (sebagaimana kebiasaan orang Arab), keluarganya, dan perbuatannya. Harta dan keluarganya akan kembali setelah penguburan, dan yang tinggal bersamanya hanyalah amal perbuatannya.” 

 Suatu ketika, Nabi SAW bertanya kepada para sahabatnya “Tahukah kalian bagaimana perumpamaan kalian dengan sanak saudara kalian, harta kalian, dan amal perbuatan kalian?” Atas keinginan sahabat, Nabi SAW bersabda, ”Perumpamaannya bagaikan seseorang yang memiliki tiga saudara.” Menjelang kematiannya, ia memangil saudara-saudaranya dan berkata, ”Saudara-saudaraku kalian telah mengetahui bagaimana keadaanku ini, maka bantulah apa yang dapat kalian berikan kepadaku?” Saudaranya yang pertama menjawab, “Aku akan menyayangimu, aku akan mengobatimu dan aku akan melayani segala keperluanmu, jika kamu meninggal dunia aku akan memandikanmu, mengkafanimu, dan menguburkanmu lalu aku akan senantiasa mengigat kebaikanmu.” Sabda Nabi SAW, ”Saudara seperti ini adalah sanak saudara dan keluarganya.” Kemudian pertanyaan yang sama diajukan kepada saudaranya yang kedua, lalu dijawab, ”Aku akan bersamamu selama engkau masih hidup, jika kamu meninggal aku akan pergi kepada yang lain saudaranya itu adalah hartanya.” Kemudian ia memanggil saudaranya yang ketiga dan menanyakan hal yang sama. Maka dijawab, ”Walaupun di dalam kubur, aku akan bersamamu, akan kutenangkan hatimu jika akan di hisab, dan aku akan memberatkan amalan baikmu.” Saudaranya ketiga ini adalah amal shalihnya. Sabda Nabi SAW, ”Sekarang sebutkanlah manakah yang menjadi pilihanmu? Para sahabat R.A menjawab “Ya Rasulullah, jelas saudara yang terakhir itulah yang kami pilih yang pertama dan kedua kurang bermanfaat.” 



Selasa, Agustus 11, 2009

Perlukah Mengingat Kematian

Kisah Rasulullah SAW Mengingatkan Alam Kubur Kepada Sahabat Yang Tertawa 

 Suatu ketika, Nabi SAW datang utuk sholat. Lalu beliau melihat sekumpulan sahabat R.Huma sedang tertawa-tawa sampai gigi mereka terlihat jelas. Nabi SAW bersabda, ”Apabila kalian banyak mengigat maut, kalian tidak akan seperti yang kulihat saat ini.” Perbanyaklah mengigat maut. Dikubur , tiada sehari pun yang terlewatkan kecuali kubur akan berkata, ”Aku rumah yang tidak mengenal persahabatan, aku rumah kesendirian, aku rumah yang penuh tanah, aku rumah ulat-ulat, apabila seorang Mukmin diletakkan di dalam kubur, kubur akan berkata, “Selamat datang bagus engkau telah datang, diantara orang yang tinggal diatas bumi ini, engkaulah yang paling ku sukai. Sekarang engkau telah tiba, maka aku akan berbuat yang terbaik untukmu, lalu kubur akan memperlebar seluas pandagan mayit, dan akan dibukakannya salah satu pintu surga, sehingga berhembuslah angin surga padanya, dan akan tercium harumnya surga. Dan jika seseorang yang berakhlak buruk dimasukan kekubur, kubur berkata, ”tiada ucapan selamat datang bagimu, sangat buruk kedatanganmu ini, dari semua orang yang berada diatas bumi ini, kamulah yang paling ku benci. Sekarang kamu datang kepadaku. Maka lihatlah bagaimana aku memperlakukan dirimu kemudian kubur akan merapat dan terus menghimpitnya , sehingga tulang rusuknya saling menikam. Lalu datanglah tujuh puluh ekor ular yang akan meyiksanya. Jika salah satu saja dari bisa ular itu menetes kebumi tidak sehelai rumputpun yang akan tumbuh diatasnya. Ular- ular itu terus mematuknya sampai hari kiamat,” Sabda Nabi saw., “kubur adalah taman dari taman-taman surga, atau juga jurang-jurang neraka.” (MISYKAT) 

Faedah
 Takwa kepada Allah SWT adalah bekal yang terpenting, sehingga Nabi SAW selalu memikirkan dan merenungkannya selain itu mengigat maut sangat bermanfaat, sehingga Nabi SAW saat menerangkan keadaan kubur, beliau bersabda bahwa mengigat kubur itu sangat penting dan bermanfaat.  




Mengapa Perlu Dzikir

Para Sufi berkata bahwa yang dimaksud 'dianggap hidup' ialah hidup yang kekal abadi. Yakni orang yang memperbanyak Dzikir dengan ikhlas itu tidak mati, hanya berpindah alam dan selalu hidup, sebagaimana firman Allah SWT. Mengenai para Suhada 

‘Tetapi mereka hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” (Qs. Ali ‘imraan:169). 

 Ini juga merupakan salah satu bentuk kehidupan. Hakim, Tirmidzi Rah. A. berkata, ”Dzikrullah membasahi hati dan melembutkannya, dan hati yang kosong dari Dzikrullah menyebabkan hawa nafsu bergejolak. Api syahwat mengeringkan hati hingga mengeras dan anggota badan yang lain pun akan mengeras, sehingga ketaatan kepada Allah SWT pun akan terhenti. Jika ditarik maka akan terputus seperti kayu kering, tidak tunduk kecuali di potong atau di baker.” 

 Dari Abu Musa R.A, Rasulullah SAW bersabda, ”Jika ada seseorang yang memiliki uang banyak di tempatnya lalu ia membagi-bagikannya, dan ada orang lain yang menyibukkan diri dengan Dzikrullah, maka orang yang berdzikir kepada Allah itu yang lebih utama.” (Thabrani). 

Faedah 
  Bersedekah fisabilillah adalah perbuatan yang sangat mulia, namun jika dibandingkan dengan Dzikrullah, maka Dzikir lebih utama. Betapa bahagia orang kaya yang telah diberi Taufik untuk menginfakkan hartanya dan berdzikir kepada Allah SWT. Disebutkan dalam Hadits bahwa Allah SWT selalu bersedekah setiap hari kepada hamba-Nya menurut keadaan mereka. Setiap manusia diberi nikmat sesuai dengan keadaannya. Tidak ada anugerah yang lebih besar daripada taufik untuk berdzikir. Seseorang yang sibuk dengan berdagang, bertani, pegawai dan lainnya, lalu jika mereka meluangkan sedikit waktu untuk berdzikir kepada Allah SWT maka alangkah meruntungnya waktu mereka itu. Apa sulitnya meluangkan waktu dua jam dari 24 Jam (siang dan malam), atau berapa jam saja untuk berdzikir? Sebenarnya banyak waktu tersia-siakan. Lalu, apa susahnya kita meluangkan waktu untuk berdzikir?. 

  Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang paling utama disisi Allah ialah orang yang ketika berdzikir selalu memperhatikan bulan, matahari, bintang, dan bayang-bayang untuk menjaga waktu-waktu Dzikirnya.” Walaupun pada masa ini dengan banyaknya jam kita dapat menentukan waktu dengan mudah, kita perlu mengenal waktu melalui matahari dan bulan, sehingga bila terjadi kerusakan atau kesalahan pada jam, waktu kita tidak hilang sia-sia. Disebutkan dalam hadits bahwa bumi yang digunakan untuk berdzikir akan bangga dibandingkan bagian bumi lainnya hingga tujuh lapisan di bawahnya.

Perih Dilihat, Nikmat Di Iman

Kisah Islamnya Bilal Bin Rabah Al-Habsyi R.A Dan Penderitaannya 

 Bilal Al- Habsyi adalah sahabat yang mansyur. Ia Muadzim tetap masjid Nabawi. Pada mulanya ia adalah seorang budak milik orang Kafir, kemudian ia memeluk Islam, yang menyebabkan ia banyak menerima berbagai siksaan. 

 Umayyah Bin Khalaf adalah seorang Kafir yang sangat memusuhi Islam. Ia membaringkan Bilal diatas padang pasir yang sangat panas diterik matahari seraya meletakan batu besar di dadanya sehingga Bilal sulit bergerak sedikit pun. Lalu dikatakan padanya ”Apakah kamu siap mati seperti ini atau tetap hidup dengan syarat kamu meninggalakan Islam?” Bilal tetap berkata Ahad, Ahad (hanya satunya berhak di sembah). “Pada malam hari ia di rantai dan di cambuk terus menerus sehingga badannya penuh luka. Dan pada esok harinya dengan luka itu di jemur kembali di padang pasir yang panas sehingga lukanya semakin parah. Tuannya berharap ia akan meninggalkan Islam atau mati perlahan dengan cara tersebut. Orang yang menyiksa Bilal R.A silih berganti, kadangkala Abu Jalal atau Umayyah Bin Khalaf, bahkan orang lain pun ikut menyiksanya. Setiap orang berusa menyiksanya dengan lebih berat. Ketika Abu BakarR.A melihat hal itu ia menebusnyadan segera memerdekakannya. 

Faedah
 Orang- orang Arab Musyrik telah menjadikan berhala sebagai sesembahan mereka dan sebagai lawannya, Islam mengajari Tauhid hanya kepada Allah SWT. Inilah yang menyebabkan dari lisan Bilal 
R.A selalu terucap Ahad, Ahad, karena hubungan dan cintanya tinggi terhadap Allah SWT. Sekarang kita banyak melihat cinta yang palsu. Seseorang yang dicintai tentu akan merasa nikamat bila disebut namanya, kadang kala tanpa tujuan yang jelas namanya akan disebut-sebut. Lalu bagaimana cinta kepada Allah SWT? Yang pasti akan berguna di dunia dan di akhirat. Cinta itulah yang membuat Bilal R.A rela disiksa, sehingga penderitaan demi penderitaan menimpanya. Meskipun para pemuda Kafir Makkah menggiring dan menghinanya dijalan-jalan, ia terus berkata, Ahad….., Ahad…, Inilah kehidupan yang pernah dialaminya sampai Nabi SAW menjadikannya sebagai Muadzin yang selalu berhidmat mengumandangkan Adzan, baik ketika tinggal maupun ketika dalam perjalananan. Setelah Nabi wafat ia tetap tinggal di Madinah Thayyibah, hanya saja ia tidak tahan melihat tempat Nabi SAW yang telah kosong. Sehingga ia berniat menghabiskan sisa hidupnya untuk berjihad dan beberapa lama ia tidaka akan kembali ke Madinah. 

 Suatu ketika ia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Beliau bersabda, ”Wahai Bilal, betapa Zhalimnya kamu sehingga kamu tidak menziarahiku.” Begitu bangun dari mimpinya ia segera pergi ke Madinnah. Setibanya disana, Hasan dan Husain R.A Huma memintanya mengumandangkan Azdan. Ia tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang sangat dicintainya itu. Ketika mulai Adzan terdengarlah suara Adzan seperti masa hidup Rasulullah SAW. Suara itu sangat meyentuh hati orang-orang yang mendengarnya sehinga para wanita keluar dari rumah dengan meneteskan air mata. Ia tinggal beberapa hari di Madinnah, lalu kembali ke Damsyik, dan wafat pada tahun ke-20 Hijriyah.(Usudul- Ghabah).  



Kisah Syahidnya Anas Bin Nadhar R.A

Anas Bin Nadhar R.A adalah sahabat Nabi SAW yang tidak menyertai perang Badar. Ia sangat menyesal dan sering memarahi dirinya sendiri karena tidak dapat meyertai peperangan yang pertama dan besar dalam sejarah Islam itu. Untuk itu ia, sangat berharap dapat menebusnya dalam pertempuran selanjutnya. Dan ternyata, kesempatan itu datang pada perang Uhud. Ia turut serta sebagai pejuang yang gagah berani. Pada mulanya kaum Muslimin telah mendapatkan kemenangan dalam perang tersebut namun karena suatu kekilafan kaum Muslimin menderita kekalahan pada akhir perang. Kekilafan itu adalah: beberapa orang sahabat yang ditugaskan untuk berjaga disuatu tempat melalui sabda Nabi SAW, “Kalian jangan meninggalkan tempat ini dalam keadaan bagaimana saja, karena musuh dapat menyerang dari sana.” 

 Pada permulaan perang kaum Muslimin telah memperoleh kemenangan, dan kaum Kafir melarikan diri. Melihat hal ini orang-orang yang telah ditunjuk oleh Nabi SAW segera meninggalkan tempat tugas mereka. Mereka menyangka bahwa kaum Muslimin telah menang dan perang telah usai, sehingga orang-orang Kafir yang melarikan diri segera dikejar dan diambil harta rampasan perangnya. Sebenarnya pimpinan pasukan telah melarang dan mengigatkan agar tidak meninggalkan bukit. Ia berkata. ”Jangan tinggalkan tempat ini, Rasulullah SAW telah melarangnya.” Tetapi mereka menduga bahwa perintah Nabi hanya berlaku saat perang saja, mereka pun turun kemedan perang meninggalkan bukit. Pada saat itulah pasukan Kafir yang melarikan diri melihat bahwa tempat yang seharusnya dijaga oleh kaum Muslimin telah kosong, maka mereka segera kembali dan menyerang kaum Muslimin dari arah sana. Hal itu sama sekali tidak diduga oleh kaum Muslimin, sehingga mereka kalah dan terjepit dalam kepungan kaum Kafir dari dua arah. Keadaan menjadi kacau balau mereka berhamburan kesana kemari. 

 Anas R.A melihat sahabat Sa’ad Bin Mu’adz R.A sedang berjalan.maka AnasR.A berkata, ”Hai Sa’ad akan kemanakah engkau? Demi Allah, aku mencium harum surga dari arah Uhud. Setelah berkata demikian, ia mengacukan pedang-pedang ditangannya dan menyerbu ditengah kaum Kafir sambil bertekad tidak akan berhenti berperang sebelun Syahid. Dan ia pun Syahid di medan Uhud. Tubuhnya begitu rusak begitu diperiksa. Kurang lebih terdapat delapan puluh luka akibat tebasan pedang dan panah di tubuhnya. Hanya saudara wanitanya yang dapt mengenalinya melalui ujung jemari tangannya. 

Faedah
 Orang yang ikhlas dan bersungguh- sungguh menunaikan perintah Allah SWT, bahwa ketika di dunia Allah SWT memberikan kesempatan untuk merasakan nikmat surga. Inilah kisah Anas Bin Nadhar R.A yang mencium keharuman surga ketika masih hidup di dunia. Jika keikhlasan sudah ada pada diri seseorang, nikmat surga pun akan dirasakannya di dunia.




Kenapa Takut

Kisah Rasa Takutnya Abu Bakar R.a. Kepada Allah Swt

  Sesuai kesepakatan ahli Sunnah, Abu Bakar R.A. adalah orang yang paling utama diantara seluruh manusia di dunia ini selain Anbiya`. Keyakinannya demikian tinggi, sehingga Rasulullah SAW sendiri telah memberi kabar gembira bahwa ia akan menjadi pemimpin satu jamaah di surga kelak. Semua pintu surga akan memanggil namanya dan menyampaikan kabar gembira kepadanya. Nabi SAW bersabda, “Orang yang paling dahulu masuk surga di kalangan umatku adalah Abu Bakar.” Walaupun demikian, Abu Bakar R.A justru berkata, “Seandainya aku menjadi rumput yang akan dimakan hewan.” Kadangkala ia berkata, “Seandainya aku hannya menjadi rumput seorang mumin.” Suatu ketika, ia pernah berada di dalam sebuah taman, sedangkan di dekatnya ada seekor hewan yang sedang duduk. Sambil menarik nafas dingin, Abu Bakar R.A berkata, “Wahai, alangkah nikmatnya hidupmu. Kamu makan, minum, dan berkeliaran di bawah pepohonan, tetapi di ahirat tidak ada hisap bagimu. Andaikan Abu Bakar menjadi sepertimu.”

  Rabi`ah Aslami R.A bercerita, “Suatu ketika, pernah terjadi kesalah pahaman antara aku dengan Abu Bakar.” Ia telah berbicara kasar kepadaku, “Ucapkanlah kata-kata kasar kepadaku sehingga menjadi balasan bagiku.” Namun aku menolaknya. Ia berkata, “Kamu harus mengucapkannya. Jika tidak, akan ku adukan kepada Rasulullah SAW.” Aku tetap tida menjawab apa pun. Lalu ia bangun dan pergi meninggalkanku. Ketika itu, beberapa orang Banu Aslam yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, “Orang ini aneh sekali, ia sendiri yanhg memulainya dan ia sendiri yang mengadukannya kepada Rasulullah SAW.” Kataku, “Tahukah kamu siapa dia? Dialah Abu Bakar. Jika ia marah, Rasalullah SAW —kekasih Allah— tentu akan marah kepadaku, dan murka beliau adalah murka Allah. Jika demikian, siapakah yang dapat menyelamatkan kehancuran Rabi`ah?” Lalu aku pergi menemui Nabi SAW dan menceritakan kejadian tersebut. Sabda beliau, “Baik, benar kamu tidak membalas dan tidak menjawabnya, tetapi sebaiknya kamu berkata,`Semoga Allah memaafkanmu wahai Abu Bakar.` 

Faedah 
  Inilah keteladanan rasa takut kepada Allah SWT. Hanya karena sepotong kalimat yang sepele, Abu BAkar R.A demikian takut akan balasannya di akhirat. Ia sangat cemas dan khawatir sehingga ia sendiri yang meminta dibalas, lalu mengadukannya kepada Nabi SAW agar Rabi`ah R.A membalas perbuatannya. 

  Pada hari ini, kita mudah untuk saling mencaci tanpa rasa khawatir sedikit pun akan balasan perbuatan kita kelak di akhirat atau hari Hisab.



Rahasia Hidup Panjang

Para sufi berkata bahwa yang dimaksud ‘dianggap hidup’ ialah hidup yang kekal abadi. Yakni orang yang memperbanyak dzikir dengan ikhlas itu tidak mati, hanya berpindah alam dan selalu hidup, sebagaimana firman Allah SWT mengenai para suhada.

“Tetapi mereka hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki”(Qs. Ali ‘imraan:169) 

 Ini juga merupakan salah satu bentuk kehidupan. Hakim, Tirmidzi Rah. A. berkata, ”Dzikrullah membasahi hati dan melembutkannya, dan hati yang kosong dari dzikrullah menyebabkan hawa nafsu bergejolak. Api syahwat mengeringkan hati hingga mengeras dan anggota badan yang lain pun akan mengeras, sehingga ketaatan kepada Allah SWT pun akan terhenti. Jika ditarik maka akan terputus seperti kayu kering, tidak tunduk kecuali di potong atau di baker.” 

 Dari Abu Musa R.A. Rasulullah SAW Bersabda, ”Jika ada seseorang yang memiliki uang banyak di tempatnya lalu ia membagi-bagikannya, dan ada orang lain yang menyibukkan diri dengan dzikrullah, maka orang yang berdzikir kepada Allah itu yang lebih utama.” (Thabrani). 

Faedah 
  Bersedekah Fisabilillah adalah perbuatan yang sangat mulia, namun jika dibandingkan dengan dzikrullah, maka dzikir lebih utama. Betapa bahagia orang kaya yang telah diberi taufik untuk menginfakkan hartanya dan berdzikir kepada Allah SWT. Disebutkan dalam hadits bahwa Allah SWT selalu bersedekah setiap hari kepada hamba-Nya menurut keadaan mereka. Setiap manusia diberi nikmat sesuai dengan keadaannya. Tidak ada anugerah yang lebih besar daripada taufik untuk berdzikir. Seseorang yang sibuk dengan berdagang, bertani, pegawai dan lainnya, lalu jika mereka meluangkan sedikit waktu untuk berdzikir kepada Allah SWT, maka alangkah beruntungnya waktu mereka itu. Apa sulitnya meluangkan waktu dua jam dari 24 Jam (siang dan malam), atau berapa jam saja untuk berdzikir? Sebenarnya banyak waktu tersia-siakan. Lalu, apa susahnya kita meluangkan waktu untuk berdzikir?. 

  Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang paling utama disisi Allah ialah orang yang ketika berdzikir selalu memperhatikan bulan, matahari, bintang, dan bayang-bayang untuk menjaga waktu-waktu dzikirnya.” Walaupun pada masa ini dengan banyaknya jam kita dapat menentukan waktu dengan mudah, kita perlu mengenal waktu melalui matahari dan bulan, sehingga bila terjadi kerusakan atau kesalahan pada jam, waktu kita tidak hilang sia-sia. Disebutkan dalam hadits bahwa bumi yang digunakan untuk berdzikir akan bangga dibandingkan bagian bumi lainnya hingga tujuh lapisan di bawahnya.




Minggu, Agustus 09, 2009

Perjalanan Rasulullah SAW Ke Thaif

Selama sembilan tahun sejak kerasulan, Nabi Muhammad SAW telah berusaha menyampaikan ajaran Islam dan mengusahakan hidayah serta perbaikan kaumnya di Makkah, namun sangat sedikit yang menerima ajakan beliau, kecuali orang-orang yang sejak awal telah masuk Islam. Selain mereka, ada orang-orang yang belum masuk Islam, tetapi siap membantu Rasulullah SAW. Dan kebanyakan orang-orang kafir Makkah selalu menyakiti dan mempermainkan beliau dan para sahabat beliau. 

 Abu Thalib termasuk orang yang belum memeluk Islam namun sangat mencintai Nabi SAW. Ia akan melakukan apa saja yang dapat menolong Nabi SAW. Pada tahun kesepuluh kenabian, ketika Abu Thalib meninggal dunia, kaum Kuffar semakin berkesempatan untuk mencegah perkembangan Islam dan menyakiti kaum Muslimin. 

 Rasulullah SAW pun pergi ke Thaif. Disana ada suatu kabilah bernama Tsaqif yang sangat banyak anggotanya. Beliau berpendapat, jika mereka memeluk Islam, kaum Muslimin akan terbebas dari siksaan orang-orang kafir tersebut. Dan akan menjadikan kota ini sebagai pusat penyeberan Islam. Setibanya di Thaif, Nabi SAW langsung menemui tiga orang tokoh masyarakat dan berbicara dengan mereka, mengajak mereka kepada agama Allah, dan mengajak mereka agar membantu Rasulullah SAW. Namun mereka bukan saja menolak, bahkan sebagai Bangsa Arab yang terkenal dengan adatnya yang sangat menghormati, itupun tidak mereka lakukan. Bahkan mereka menjawab dengan terang-terangan dan menerima beliau dengan sikap yang sangat buruk. Mereka menunjukkan perasaan tidak suka dengan kedatangan Nabi SAW. Pada mulanya beliau berharap agar kedatangan beliau kepada tokoh masyarakat akan disambut dengan baik dan sopan ternyata sebaliknya. Diantara mereka ada yang berkata, “Wahai, kamukah orang yang dipilih oleh Allah sebagai Nabi-nya?” Yang lain berkata, “Tidak adakah orang selain kamu yang lebih pantas dipilih Allah sebagai Nabi?” Yang ketiga berkata, “Aku tidak mau berbicara denganmu, sebab jika kamu memang seorang nabi seperti pengakuanmu lalu aku menolakmu, tentu itu tidak akan mendatangkan bencana dan jika kamu berbohong, aku tidak ingin berbicara dengan orang seperti itu.” Setelah itu dengan perasaan kecewa terhadap mereka, Nabi SAW berharap dapat berbica dengan orang-orang selain mereka. Inilah sifat Nabi SAW yang selalu bersungguh-sungguh, teguh pendirian, dan tidak mudah putus asa ternyata tidak seorang pun diantara mereka yang bersedia menerima beliau. Bahkan mereka membentak beliau dengan berkata, ”Keluarlah kamu dari kampung ini! Pergilah kemana saja yang kamu sukai!” 

 Ketika Nabi SAW sudah tidak dapat mengharapkan mereka dan bersiap-siap akan meninggalkan mereka, mereka menyuruh anak-anak kota tersebut mengikuti Nabi SAW, lalu mengganggu, mencaci, serta melemparinya dengan batu sehingga sandal mereka berlumuran darah. Dalam keadaan seperti inilah Nabi meninggalkan Thaif. Ketika pulang beliau menjumpai sebuah tempat yang dianggap aman dari kejahatan mereka. Beliau berdoa kepada Allah SWT.

 “Ya Allah, kepada Mu lah ku adukan lemahnya kekuatanku, kurangnya upayaku dalam pandangan manusia. Wahai yang Maha Rahim dari sekalian rahimin, Engkaulah Tuhannya orang-orang yang merasa lemah, dan Engkaulah Tuhanku, kepada siapakah engkau serahkan diriku. Kepada orang asing yang akan memandangku dengan muka masam atau kepada musuh yang Engkau berikan segala urusanku., tiada keberatan bagiku asalkan Engkau tidak marah kepadaku. Lindungan-Mu sudah cukup bagiku. Aku berlindung kepada-Mu dengan Nur wajah-Mu yang menyinari segala kegelapan, dan dengannya menjadi baik dunia dan akhirat, dari turunya murka-Mu kepadaku atau turunya ketidakridhaan-Mu kepadaku. Jauhkanlah murka-Mu hingga Engkau ridha. Tiada daya dan upaya melainkandengan-Mu.” 

 Allah SWT penguasa seluruh alampun memperlihatkan keperkasaan-Nya. Demikian sedih doa Nabi SAW sehingga Jibril A.S datang untuk memberi salam kepada beliau dan berkata, “Allah mendengar pembicaraanmu dengan kaummu, dan Allah pun mendengarj awaban mereka, dan Dia mengutus kepadamu malaikat penjaga gunung agar siap melaksanakan apa pun perintahmu kepadanya.“ Malaikat itu pun datang dan memberi salam kepada Nabi SAW seraya berkata, ”apapun yang engkau perintahkan akan kulaksanakan. Bila engkau suka, akan kubenturkan kedua Gunung disamping kota ini sehingga siapa saja yang tinggal diantara keduanya akan hancur binasa. Jika tidak, apapun hukuman yang engkau inginkan, aku akan siap melaksanakannya.” Rasulullah SAW yang bersifat pengasih dan mulia ini menjawab, “aku hanya berharap kepada Allah, seandainya saat ini mereka tidak menerima Islam, semoga kelak keturunan mereka akan menjadi orang-orang yang beribadah kepada Allah.” 

Faedah 
 Demikianlah Akhlak Nabi yang mulia. Kita mengaku sebagai pengikutnya, namun ketika kita ditimpa sedikit kesulitan atau celaan, kita langsung marah, bahkan menuntut balas seumur hidup. Kezhaliman dibalas dengan kezhaliman, sambil terus mengaku bahwa kita adalah umat Nabi SAW. Padahal dengan pengakuan itu, seharusnya segala tingkah laku kita mengikuti beliau. Jika mendapatkan kesulitan dari orang lain, Nabi SAW tidak pernah mendoakan keburukan dan tidak pernah keinginan menuntut balas.




Kamis, Juli 09, 2009

Empat Istri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya. Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit. Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. 

Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

*ISTERI KE-4: NO WAY*
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya.

*ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI*
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.

*ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR*
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan kubuatkan makam yang indah untukmu."

*ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI*
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."

*HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI*
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. 
Isteri ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.
Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita. Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya. Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.




Obat dari Al Fatihah

Bismillahirrahmannirahim,

"Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian. (Q.S. Al Israa 17:82)
Surat Al-Fatihah yang setiap hari kita baca di dalam shalat, ternyata merupakan obat yang mujarab. Ia adalah obat untuk penyakit hati dan penyakit badan sekaligus. Surat ini mengandung obat untuk penyakit hati dengan sempurna. Perlu dicatat, segala penyakit hati itu bermula dari dua hal, rusaknya ilmu dan rusaknya qashd (niat/kemauan). Dari keduanya akan muncul dua perkara yang sangat berbahaya, yaitu kesesatan yang merupakan buah dari rusaknya ilmu dan kemurkaan Allah SWT yang merupakan buah dari rusaknya qashd.

Kesesatan dan kemurkaan adalah dua hal yang menjadi kunci dari seluruh penyakit hati. Ayat ihdinash shiraathal mustaqiim menanggulangi kesesatan, dan ayat iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin mencegah kemurkaan.

Dengan ditunjukkannya jalan kebenaran dilanggengkannya kita di atasnya, kita tidak akan tersesat selamanya. Karena itu, dia yang paling wajib kita ucapkan adalah doa yang termaktub dalam surat Al-Fatihah ini. Hanya saja, ketika kita membacanya, kita sering tidak merasa sedang berdoa.

Kemudian fenomena rusaknya niat/kemauan, akan banyak kita dapatkan pada orang-orang kafir, musyrik dan mereka yang menjadi budak hawa nafsunya. Rusaknya niat/kemauan di sini artinya rusak tujuan dan atau cara mendapatkaa tujuan itu. Kehidupan orang-orang yang mengaku muslim, tetapi menjadi budak hawa nafsunya, tidaklah berbeda dengan orang-orang kafir dan musyrik. Apabila mereka mendapati al-haq sesuai dengan tujuan dan ambisi, mereka meninggalkannya. Ada juga orang-orang yang mempunyai tujuan yang tinggi, akan tetapi tidak menempuh cara yang benar. Maka mereka tersesat dan tentu akan mendapatkan murka Allah SWT, na'udzubillah. . .

Sebenarnya, ayat iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin yang menjadi obat bagi rusaknya qashd mempunyai komposisi yang harus terpenuhi secara keseluruhan. Komposisinya sebagai berikut:
1. Hanya beribadah kepada Allah SWT
2. Berdasarkan perintah atau syari'atNya
3.Tanpa ditunggangi oleh hawa nafsu
4. Bukan dengan hasil pemikiran atau aturan buatan manusia
5. Meminta i'anah (pertolongan) kepada Allah SWT, agar dapat beribadah kepadaNya.

Apabila komposisinya utuh, --Insya Allah-- ia akan benar-benar menjadi obat. Adapun Al-Fatihah sebagai obat untuk penyakit badan, Abu Said Al-Khudri r.a. meriwayatkan (lihat Bukhari 2276, Muslim 2201), bahwa seorang shahabat pernah meruqyah seorang pemuka suatu daerah yang tersengat binatang berbisa dengan surat ini.

Dengan izin Allah SWT, pemuka kaum itu sembuh, padahal ia bukanlah orang baik-baik, karena mungkin ia bukan termasuk kaum Muslimin, atau setidaknya ia adalah seorang yang bakhil, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim r.a. Diawal-awal kitab Madaariju As-Saalikiin.

Lalu bagaimana jika yang diobati adalah seorang Muslim yang baik?.
"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Q.S. Alfatihah 1-7)

Wallahu a'lam bish shawab.

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam, yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu." Rasulullah saw bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian Istiqamahlah." (H.R. Muslim)


Puasa dan Kasih Sayang Allah

Bismillahirrahmannirahim,

Bulan Ramadhan sungguh merupakan bulan yang penuh kebajikan (syahrun mubarak). Di bulan ini, Allah SWT berkenan menurunkan berbagai nikmat dan anugerah, mulai dari diturunkannya Alquran, Malam Kemuliaan (Lailatul Qadr), pahala kebaikan yang berlipat ganda, kasih sayang, hingga limpahan ampunan yang menyebabkan orang mukmin memperoleh garansi terbebas dari siksa api neraka.

Semua nikmat dan anugerah itu sesungguhnya merupakan manifestasi dari kasih sayang Allah. Firman Allah: ''Kasih sayang-Ku melingkupi segala yang ada.'' (Al-A'raf: 156). Bahkan, dalam Hadis Qudsi disebutkan bahwa kasih sayang Allah dapat mengalahkan murka dan amarah-Nya. Ini harus menjadi dasar dan pegangan bagi orang mukmin untuk selalu bersikap optimistis dan penuh harap terhadap rahmat dan kasih sayang Allah.

Dalam Alquran disebutkan bahwa orang-orang yang memiliki kedalaman iman dan takwa selalu mengharap untuk memperoleh kasih sayang Allah itu. Mereka berdoa: ''Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, hati kami, dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Tuhan Yang Maha Pemberi.'' (Ali Imran: 8).

Kasih sayang Allah yang diminta oleh kaum mukmin dalam ayat ini, menurut pakar tafsir al-Razi, mengandung beberapa pengertian.
Pertama, rahmat Allah dalam arti iman dan makrifah (nur al-iman wa al-ma'rifah).
Dalam pengertian ini, orang yang memperoleh rahmat Allah adalah orang yang memiliki iman dan tauhid. Ia senantiasa menuhankan Allah, dan tidak menuhankan benda, atau menuhankan hawa nafsunya sendiri.
Kedua, rahmat Allah dalam arti tunduk dan patuh kepada kehendak Allah (nur al-tha'ah wa al-ubudiyyah). 
Ini berarti, orang yang memperoleh rahmat Allah adalah orang yang diberi kekuatan oleh Allah untuk dapat menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik dan konsisten.
Ketiga, rahmat Allah dalam arti kemudahan dalam hidup di dunia. 
Kemudahan ini, menurut al-Razi, ditandai oleh tiga hal, yaitu aman dan tenteram (al-amn wa a-salam), kesehatan (al-shihhah), dan berkecukupan secara ekonomi (al-kifayah).
Keempat, rahmat Allah dalam arti kemudahan dalam kehidupan di negeri akhirat.
Kemudahan di sini ditandai oleh tiga hal, yaitu kemudahan dalam perhitungan amal (hisab) dan kepastian bahwa seseorang memperoleh ampunan Allah dan surga. Kasih sayang Allah dalam pengertian seperti dikemukakan di atas sungguh merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kata-kata ''berilah kami dari sisi-Mu kasih sayang (rahmat)'' mengandung makna bahwa kasih sayang itu tidak dapat diperoleh dari pihak manapun, kecuali dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Di bulan yang penuh keberkahan ini, setiap Muslim patut berharap dan berdoa semoga ibadah puasa dan semua kebaikan yang dilakukan di bulan ini mengantarkannya meraih rahmat dan kasih sayang Allah itu. Amin.

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam, yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu." Rasulullah saw bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian Istiqamahlah." (H.R. Muslim).


Dzikir Menurut Sunnah

Bismillahirrahmannirahim,

".... ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (Q.S. Al-Baqarah 2:40)

Dzikir yang diajarkan Nabi SAW ini tidak terikat oleh waktu ini dan itu, dianjurkan untuk dibaca setiap hari.

1. Dari Abi Ayyub Al Anshari, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa berkata "LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR" (artinya : Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNyalah ke-rajaan dan pujian, sedang Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak sepuluh kali, adalah ia seperti orang yang memerdekakan empat jiwa dari anak cucu Ismail." (HR Bukhari & HR Muslim).
2. Dari Abi Hurairah, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW: "Barang siapa berkata "SUBHAANALLAH WABIHAMDIHI" (artinya : Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya (aku berbakti)); seratus kali, niscaya digugurkan daripadanya dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih laut." (HR Bukhari & HR Muslim).
3. Dari Juwariyah binti Al Harits, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW kepada saya : "Sesungguhnya aku telah berkata, mengiringi ucapanmu, empat kalimat yang jika ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan hari ini, niscaya setimbang dengannya (yaitu) : "SUBHAANALLAH WABIHAMDIHI ADADA KHALQIHI WA RIDLA-A NAFSIHI WAZINATA 'ARSYIHI WA MIDADA KALIMATIHI" (artinya : Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya (aku berbakti), sebaik-baik bilangan maklhuk dan sebaik-baik ridla diri-Nya dan sebanyak-banyak timbangan 'Arsy-Nya dan sebanyak-banyak tinta (penulis) firman-firman-Nya)." (HR Muslim).
4. Dari Abi Sa'id Al Kudri, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW: "(Ucapan-ucapan) yang kekal yang baik (ialah): "LAA ILAAHA ILLALLAHU WA SUBHAANALLAHI WALLAHU AKBARU WALHAMDULILLAHI WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHI" (artinya : Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah Yang Maha Esa, dan Maha Suci Allah, dan Allah itu Maha Besar, dan segala pujian kepunyaan Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dgn pertolongan) Allah)." (HR Nasa'i dan disahkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim).
5. Dari Samurah bin Jundab, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW: "Ucapan yang amat disukai oleh Allah, empat, yang engkau tidak dipandang salah dengan mana saja engkau memulai: "SUBHAANALLAHI WALHAMDULILLAHI WA LAA ILAAHA ILLALLAHU WALLAHU AKBARU" (artinya : Maha Suci Allah, dan segala pujian kepunyaan Allah, dan tiada sesembahan yang hak melainkan Allah Yang Maha Esa, dan Allah itu Maha Besar)." (HR Muslim).
6. Dari Abi Musa Al Asy'ari, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW kepada saya : "Hai Abdullah bin Qais, maukah aku unjukkan kepadamu satu simpanan daripada simpanan-simpanan surga? (ialah) "LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHI" (artinya : tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dgn pertolongan) Allah). (HR Bukhari & HR Muslim).

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam, yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu." Rasulullah saw bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian Istiqamahlah." (H.R. Muslim)



Manfaat Surat Yassin

RASULULLAH SAW telah bersabda yang bermaksud: "Bacalah surah Yassin karena ia mengandung keberkatan", yaitu:  
1.Apabila orang lapar membaca surah Yassin,ia boleh menjadi kenyang.  
2.Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.  
3.Jika orang belum berkawin akan mendapat jodoh.  
4.Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.  
5.Jika terpenjara akan dibebaskan.  
6.Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.  
7.Jika tersesat boleh sampai ketempat yang ditujuinya.  
8.Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.  
9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.  
10.Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar dari pada penyakitnya.  
11.Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati Al-Quran itu ialah Yassin. Barang siapa membaca surah Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.  
12.Sabda Rasulullah s.a.w lagi, "Apabila datang ajal orang yang suka membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya".  
13.Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Ridwan dari syurga membawa minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.  
14.Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya:"Siapa bersembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya, tetapi barang siapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.  
   
   



Selasa, Juli 07, 2009

Kado Istimewa dari Penyatu Hati

ABSTRACT:
Membangun RUMAH TANGGA SAMARA itu seperti layaknya MEMBANGUN RUMAH, fondasinya adalah TAQWA.

Di atas fondasi itu dibangun pilar-pilar atau tiang-tiang utama yang berupa SIFAT QAWWAM SUAMI. Cantik atau tidaknya bangunan, tergantung dari penempatan dan pengaturan dinding yang berfungsi sebagai pembentuk bangunan tadi, serta sebagai pembatas dari area luar dan penyekat antara ruangan, dinding ini adalah SIFAT SHALIHAT SEORANG ISTERI. Pada dinding, ada jendela yang berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya cahayamatahari dan udara segar. Makin baik jendela tadi berfungsi, tentu makin lancar pula sirkulasi cahaya dan udara segar, jendela inilah SIFAT QANITAT ISTERI. Di dinding juga ada pintu, yang berfungsi sebagai tempat lalu lalangnya orang-orang yang keluar masuk rumah, saat tertentu pintu itu dibuka dan disaat lain ditutup, inilah fungsi HAFIZHAT SEORANG ISTERI. Sebuah bangunan juga membutuhkan atap sebagai pelindung dari panas maupun hujan, inilah yang disebut AL QUR'AN SEBAGAI MU'ASYARAH BIL-MA'RUF, yang harus ditegakkan di dalam kehidupan berumah tangga.

KEYWORDS: 
Samara = sakinahmawaddah wa rahmah
qawwam = pemimpin
qanitat = tunduk dan taat
hafizhat = mampu menjaga

SAKINAH, MAWADDAH wa RAHMAH (SAMARA) adalah seuntai kata yang didamba setiap keluarga. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang melangkah membangun mahligai perkawinan tanpa mengharapkan terwujudnya ketenteraman, cinta dan kasih sayang dalam rumah tangganya kelak. Maka demi harapan itu pulalah orang berlomba mencarinya dengan visi dan persepsinya masing-masing. Ada yang beranggapan bahwa samara akan diperoleh apabila terpenuhinya ASPEK MATERIAL, sehingga mereka berlomba mencarinya dalam rumah-rumah megah, dalam mobil-mobil mewah atau dalam tumpukan harta yang melimpah. Sementara yang lain mengira bahwa samara ini hanya akan terwujud dengan LANTUNAN DZIKIR dan UNTAIAN DO'A YANG TAK KENAL LELAH, sehingga mereka tak jemu menunggunya dengan hanya bermunajat di dalam rumah. Namun ternyata MEREKA TIDAK MENDAPATKAN SAMARA DI DALAM ITU SEMUA. Kalaupun terkadang muncul perasaan bahagia, kebahagiaan itu dirasakan semu belaka. Sebab rasa bahagia, sedih, tenang, gelisah, tenteram, galau, cinta dan kasih sayang, itu semua terletak di di dalam KALBU.

Kalbu adalah tempat bersemayamnya perasaan sakinah, mawaddah wa rahmah. Oleh karenanya, untuk mendapatkan samara, setiap pasangan PERLU MELAKUKAN PRA-KONDISI TERHADAP KALBU AGAR SIAP MENERIMA KEHADIRANNYA. Tanpa pengondisian hati atau kalbu, niscaya ia tidak mendapatkannya sama sekali.

RESEP RUMAH TANGGA SAMARA
Apabila setiap pasangan menginginkan terbentuknya rumah tangga yang penuh dengan nuansa sakinah,
mawaddah dan rahmah, maka ia perlu mengikuti resep yang diberikan Allah swt dalam untaian ayat-Nya berikut ini:

"Di antara tanda- tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, sehingga kamu merasa tenteram (sakinah) dengannya, dan dijadikan-Nya diantara kalian rasa cinta dan kasih sayang (mawaddah wa rahmah). Dan di dalam itu semua terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (QS. Ar-Ruum:21).

Ayat ini menarik, sebab bukan saja mengandung TUNTUNAN NORMATIF, tetapi juga sekaligus merupakan TUNTUNAN METODOLOGIS dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Ayat ini memberikan sebuah pelajaran, bahwa UNTUK MENDAPATKAN SAMARA SETIAP MUSLIM HARUS MENGIKUTI RUMUSAN RABBANIYAH, yaitu: ZAWAJ ---> SAKINAH ---> MAWADDAH WA RAHMAH. Maksudnya, SAKINAH YANG BERSIFAT THABI'I ITU HENDAKNYA DICARI DI DALAM, ATAU SETELAH ZAWAJ (PERNIKAHAN), BUKANNYA DI LUAR PERNIKAHAN. Karena itu ISLAM TIDAK MENGENAL KONSEP PACARAN atau PERSELINGKUHAN. Sehingga mahligai rumah tangga terjaga kebersihan dan kesuciannya. Dengan demikian, barulah Allah swt. menganugerahkan mawaddah dan rahmah-Nya kepada pasangan ini. Sebab, pemberian mawaddah dan rahmah ini adalah HAK PREROGATIF ALLAH, dan merupakan KADO ISTIMEWA yang hanya diberikan Allah swt. Kepada rumah tangga yang diridloi-Nya.

Formulasi inilah yang disebut dengan resep TAQWA. Artinya, RUMAH TANGGA SAMARA HANYA BISA TERWUJUD APABILA PARA PELAKUNYA TETAP BERADA DALAM BINGKAI TAQWA, BINGKAI KETAATAN KEPADA TUNTUNAN ALLAH DAN RASUL-NYA. Dan TAQWA ITU LETAKNYA DI HATI, sebagaimana sabda Rasulullah: "At-taqwa ha huna" (taqwa itu letaknya di sini, sambil menunjuk dadanya). Dan HATI YANG AKAN DIANUGERAHI SAMARA OLEH ALLAH, HANYALAH HATI YANG TELAH TER-SHIBGHAH OLEH NILAI-NILAI TAQWA.

ANTARA TAQWA DAN SAMARA
Dalam setiap khutbah nikah, Rasulullah saw. Selalu membaca RANGKAIAN DARI TIGA AYAT AL QUR'AN YANG BEGITU PADAT BERISI PESAN-PESAN UNTUK MENGGAPAI KESUKSESAN BERUMAH TANGGA. Di dalam kesuksesan ini tentu terkandung nilai-nilai sakinah, mawaddah wa rahmah.

1. "Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlan kalian sekali-kali mati melainkan dalam keadaan muslim (tunduk dan patuh)". (Qs. Ali Imran:102).
2. "Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Rabb mu yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memberikan keturunan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan kasih sayang. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian". (Qs. An-nisa:1).
3. "Wahai orang-orang yang beriman , bertaqwalah kalian kepada Allah, dan berkatalah dengan perkataan yang benar, niscaya Allah meningkatkan kualitas amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan (kesuksesan) yang besar". (Qs. Al-Ahzab: 70-71).

Rangkaian ayat-ayat diatas merupakan paradigma dalam membentuk rumah tangga samara. Ketiga ayat tersebut sarat muatan taqwa. Tidak mungkin sebuah rumah tangga mendapatkan samara, kecuali APABILA SEJAK AWAL PROSES PERNIKAHANNYA (BAHKAN PROSES PRA NIKAH) HINGGA MENDAPATKAN KETURUNAN, SELALU BERJALAN DI ATAS REL TAQWA.

Dalam Surat Ali Imran ayat 102, terkandung pesan HENDAKNYA SETIAP MU'MIN, KHUSUSNYA YANG BERNIAT MEMBANGUN RUMAH TANGGA, MENGOKOHKAN KEMBALI STATUS KEIMANANNYA. Bahkan, MENINGKATKAN KUALITASNYA HINGGA MENCAPAI DERAJAT TAQWA YANG SEBENARNYA. Persiapan ini diperlukan bukan saja hanya untuk melaksanakan sunnah Nabi tersebut, tetapi juga untuk menjalankan proses pernikahan yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Sekaligus untuk menjaga kesucian ibadah.

Di surat An-Nisa ayat pertama, mengandung pesan yang lebih khusus MENGENAI TUNTUTAN SEKALIGUS TUNTUNAN MEMBINA RUMAH TANGGA SAMARA, yaitu:

PERTAMA: Taqwa dalam hal terkait dengan ASPEK RUBUBIYAH. Bahwa Allah SWT, telah menciptakan semua makhluk (termasuk manusia) berikut pasangannya. Karena itu MANUSIA TIDAK PERLU GALAU DAN GELISAH DALAM MASALAH JODOH, apalagi melakukan tindakan-tindakan yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya. Yang diperlukan adalah PERSIAPAN DIRI UNTUK MENERIMA JODOH DARI ALLAH SESUAI KUFU-NYA SAAT ITU.
"Maha suci Rabb yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik segala yang ditumbuhkan bumi, diri mereka (manusia), maupun apa-apa yang tidak mereka ketahui". (Qs. Yaasin: 36).

Kalau seorang ingin mendapat pasangan yang shalih atau shalihat, maka DIA HARUS MENGONDISIKAN DIRI UNTUK MENJADI PRIBADI YANG SHALIH ATAU SHALIHAT. Sebab Allah swt tidak mungkin menzhalimi hamba-hamba-Nya. Dia Maha Adil, dan HANYA MEMPERTEMUKAN JODOH DENGNA KUALITAS YANG SESUAI KETAQWAAN PASANGANNYA PADA WAKTU ITU. Pasangan kita adalah CERMIN DIRI KITA SENDIRI. Bagaimana kondisi keshalihan atau keshalihatan pasangan kita, begitulah kondisi kita ketika mendapatkannya.

Allah swt memaparkan aksioma ini dalam ayat-Nya yang indah: "Laki-laki pezina tidak akan menikah (mendapatkan jodoh) kecuali dengan perempuan pezina, atau perempuan musyrik; dan perempuan pezina tidak akan dinikahi kecuali oleh laki-laki pezina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mu'min" (QS. An-Nur, 24:3).

"Wanita-wanita yang jahat adalah untuk laki-laki yang jahat, dan laki-laki yang jahat adalah untuk wanita yang jahat pula; dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanitwanita yang baik pula" (QS. An-Nur, 24:26).

Disamping itu, ALLAH LAH YANG BERKEHENDAK SESEORANG ITU AKAN DIBERI KETURUNAN ATAU TIDAK. Sehingga, rumah tangga tidak perlu goyah hanya lantaran suara tangisan bayi belum juga kunjung terdengar. Dia pula yang menentukan apakah rumah tangga itu dikaruniai keturunan berupa anak laki-laki atau anak perempuan. Semua sama dimata Allah. Tidak ada hak bagi anggota rumah tangga itu untuk kecewa.

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahi kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang Dia kehendaki), dan Dia menjadikan mandul siapa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa" (QS. Asy-Syura, 42:49-50).

KEDUA: Taqwa yang berkait dengan ASPEK ULUHIYYAH. Bahwa ketenteraman batin dan kasih sayang yang hakiki yang dirasakan seseorang di dalam perkawinan merupakan KEPUASAAN PSIKOLOGIS YANG TIDAK MUNGKIN DIDAPATKAN DILUAR PERKAWINAN. Ketenteraman ini bukanlah seperti ketenteraman yang diperoleh seseorang ketika terlepas dari bermacam kesulitan atau beban pikiran, atau ketenteraman yang datang karena mendapatkan benda-benda yang menyenangkan. Tetapi diperoleh karena KEPUASAN HATI YANG DILANDASI CINTA KASIH YANG HAKIKI.

Ikatan cinta kasih antara suami-isteri, berbeda dengan ikatan cinta antara teman. Ikatan ini mengandung
rahasia yang hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Bagi orang yang mau menghayati tanda-tanda kebesaran Allah, akan dapat merasakan bahwa sakinah, mawaddah, wa rahmah betul-betul merupakan pengejawantahan dari ikatan hati yang telah dipadukan Allah dalam selimut kasih sayang-Nya.

Allah swt adalah SANG PENYATU HATI. Maka kepada-Nyalah kita memohon dipadukan hati, dan memohon mawaddah dan rahmah-Nya.

"Dan Allah-lah yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah-lah yang mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. Al-Anfal, 8:63).

Tetapi UNTUK MEMPERSATUKAN HATI DI ANTARA MANUSIA, MEMERLUKAN SYARAT. Syaratnya, HATI ITU TELAH TER-SHIBGHAH DENGAN NILAI-NILAI TAQWA. Surat An-Nisa' ayat pertama di atas ditutup dengan kalimat:
"Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian". Ini mengandung pesan bahwa, HENDAKNYA MANUSIA JANGAN SEKALI-KALI BERANI MELAKUKAN TINDAK PELANGGARAN SYARI'AT ALLAH dalam proses membangun rumah tangga ini, sebab Dia Maha Melihat lagi Maha Mengetahui.

Sedangkan di dalam surat Al-Ahzab ayat 70-71, terkandung PESAN AGAR SELALU MENJAGA PERKATAAN DAN SIKAP ATAU PERILAKU YANG BENAR DALAM BERUMAH TANGGA. Inilah RESEP MEMBANGUN RUMAH TANGGA SAMARA YANG DIBINGKAI OLEH NILAI-NILAI TAQWA.


FUNGSIONALISASI PERAN SUAMI ISTERI
Setelah meletakkan paradigma yang benar, langkah selanjutnya dalam mewujudkan rumah tangga samara adalah MELAKUKAN FUNGSIONALISASI PERAN SUAMI DAN ISTERI SECARA PROPORSIONAL DAN ADIL. Secara tersirat Allah swt telah menggariskan masalah ini dalam salah satu ayat-Nya:

"Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu, dan janganlah kamu menyusahkan mereka hingga menyempitkan (hati) mereka". (QS. Ath-Thalaq:6).

Sebagai penjelas ayat tersebut, ALLAH SWT MENJABARKAN FUNGSI-FUNGSI YANG HARUS DITEGAKKAN SUAMI ISTERI UNTUK TERWUJUDNYA SAMARA, dalam ayat berikut:

"Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka wanita yang shalihat, adalah yang tunduk dan taat (qanitat) serta mampu menjaga (hafizhat) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka". (QS. An-Nisa':34).

Apabila diilustrasikan secara singkat, maka MEMBANGUN RUMAH TANGGA SAMARA ITU SEPERTI LAYAKNYA MEMBANGUN RUMAH yang proses pembangunannya mesti dikerjakan secara berurutan, dan menempatkan bagian-bagian rumah tersebut secara tepat dan harmonis. Sebagai fondasinya adalah TAQWA. Kemudian, di atas fondasi itu dibangun pilar-pilar atau tiang-tiang utama yang berupa SIFAT QAWWAM SUAMI. Tegak atau condongnya pilar qawwam ini akan mempengaruhi tegak atau condongnya bangunan yang nantinya akan berdiri. Setelah itu, di atas fondasi yang sama dan bersandar pada tiang-tiang utama tadi, dibangunlah dinding yang berfungsi sebagai pembentuk bangunan tadi, pembatas dari area luar dan penyekat antara ruangan. Cantik atau tidaknya bangunan, tergantung dari penempatan dan pengaturan dinding tadi. Dinding ini adalah SIFAT
SHALIHAT SEORANG ISTERI. Pada dinding tadi, dibuat pula jendela yang berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya cahaya matahari dan udara segar. Makin baik jendela tadi berfungsi, tentu makin lancar pula sirkulasi cahaya dan udara segar. Jendela inilah SIFAT QANITAT ISTERI. Pada dinding itu pula tentu dibuat pintu, yang berfungsi sebagai tempat lalu lalangnya orang-orang yang keluar masuk rumah. Pada saat-saat tertentu pintu itu dibuka, dan di saat-saat tertentu ditutup. Inilah fungsi HAFIZHAT SEORANG ISTERI.

Tetapi walaupun itu semua telah dibuat dan ditegakkan, belumlah bangunan tadi disebut rumah. Sebab ia membutuhkan atap sebagai pelindung dari panas maupun hujan. Ketika panas, ia berfungsi sebagai peneduh dan penyejuk. Ketika hujan ia berfungsi sebagai pemayung dan penghangat. Inilah yang disebut AL QUR'AN SEBAGAI MU'ASYARAH BIL-MA'RUF, yang harus ditegakkan di dalam kehidupan berumah tangga.

"Dan pergaulilah pasanganmu dengan ma'ruf (baik). Apabila kamu tidak menyukai (salah satu sifat) mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (di sisi lain)". (QS. An-Nisa:19).

Manakala setiap pasangan menjalankan fungsi-fungsi tadi dengan baik, yakinilah bahwa ALLAH SWT PASTI AKAN MEMBERIKAN KADO ISTIWEWA-NYA BERUPA RUMAH TANGGA YANG SAKINAH, MAWADDAH WA RAHMAH.

Wallahu a'lam bish-shawab.




Kisah Cinta Sejati

Namanya Linda dan dia memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu menurutnya ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua. Ini adalah kisah cinta ayahnya, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibunya, Yasmine Ghauri. 
Mereka bertemu di sebuah acara resepsi pernikahan dan kata ayahnya ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibunya masuk ke dalam ruangan dan saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah
dengannya. Itu menjadi kenyataan dan kini mereka telah menikah selama 40 tahun dan memiliki tiga orang anak, dia anak tertua, telah menikah dan memberikan mereka dua orang cucu. Mereka bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.

Dia teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibunya pergi ke pembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik. Tapi ibunya menolaknya karena ayahnya sebentar lagi pulang dari kantor. 
Kata ibunya,"Mama tak akan pernah meninggalkan Papa sendirian." 
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibunya kepadanya. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita dia harus patuh pada suaminya dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi dia tak pernah memperdulikan mereka, dia percaya nasihat ibunya.

Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun ibunya yang ke-59, ibunya terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibunya tidak berfungsi lagi, dan dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur. Ayahnya, seorang pria yang masih sehat di usianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibunya, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahnya tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahnya selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibunya. Ayahnya pernah mencatkan kuku tangan ibunya, dan ketika ibunya bertanya, "Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan jelek sekali." Ayahnya menjawab, "Aku ingin kau tetap merasa cantik".
Begitulah pekerjaan ayahnya sehari-hari, ia merawat ibunya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahnya pada ibunya yang tak pernah pudar.

Suatu hari ibu berkata padanya sambil tersenyum,"Kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku... Kau tahu kenapa?" 
Dia menggeleng, dan ibunya melanjutkan, "Karena aku tak akan pernah meninggalkannya..."
Itulah kisah cinta ayahnya, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibunya, Yasmine Ghauri, mereka memberikan anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.




Cinta Sejati

Dahulu kala, langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka sama2 saling menyukai 1 sama lain. Saking sukanya laut terhadap langit, warna laut = langit, saking sukanya langit terhadap laut, warna langit = laut.

Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan "aku cinta padamu" ke telinga langit. Setiap langit mendengar bisikan penuh cinta laut pun, langit tidak menjawab apa2 hanya tersipu2 malu wajahnya semburat kemerahan.

Suatu hari, datang awan...begitu melihat kecantikan si langit, awan seketika itu juga jatuh hati terhadap langit. Tentu saja langit hanya mencintai laut, setiap hari hanya melihat laut saja. Awan sedih tapi tak putus asa, mencari cara dan akhirnya menemukan akal bulus. Awan mengembangkan dirinya sebesar mungkin dan menyusup ke tengah2 langit dan laut, menghalangi pandangan langit dan laut terhadap 1 sama lain. Laut merasa marah karena tidak bisa melihat langit, sehingga dengan gelombangnya, laut berusaha menyibak awan yang mengganggu pandangannya. Tapi tentu saja tidak berhasil. Lalu datanglah angin, yang sejak dulu mengetahui hubungan laut dan langit merasa harus membantu mereka menyingkirkan awan yang mengganggu. Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan...

Awan terbagi2 menjadi banyak bagian, sehingga tidak bisa lagi melihat langit dengan jelas, tidak bisa lagi berusaha mengungkapkan perasaan terhadap langit. Sehingga ketika merasa tersiksa dengan perasaan cinta terhadap langit, awan menangis sedih. Dan kemudian munculah pelangi ikut merayakan kegembiraan langit dan laut.

Hingga sekarang, kasih antara langit dan laut tidak terpisahkan. Kamu juga bisa melihat di mana mereka menjalin kasih. Setiap ke laut, di mana ada 1 garis antara laut dan langit,di situlah mereka sedang pacaran.




Senin, Juli 06, 2009

Sifat Orang Menurut Bulan Lahirnya

JANUARI
~~~~~~~
- Bercita-cita tinggi dan orangnya serius.
- Suka mendidik dan dididik.
- Sangat mudah melihat kelemahan orang lain dan suka mengkritik.
- Rajin dan setiap yang dibuat selalu menghasilkan keuntungan.
- Suka berbenah atau bersih-bersih dan hal-hal yang serba teratur.
- Bersifat sensitif, berfikiran mendalam.
- Pandai mengambil hati orang lain.
- Pendiam kecuali telah dirangsang.
- Agak pemalu dan mendambakan tumpuan yang bisa dipercayai.
- Mudah mendisiplinkan diri sendiri.
- Badannya sehat tetapi mudah diserang influensa.
- Bersikap romantik tetapi tidak pandai memamerkannya atau memperlihatkannya.
- Cukup sayang pada anak-anak.
- Suka berdiam di rumah.
- Setia pada segala-galanya.
- Perlu belajar untuk hidup bersosialisasi.
- Mempunyai rasa cemburu yang sangat tinggi.

FEBRUARI
~~~~~~~~
- Berfikiran abstrak.
- Suka pada benda yang real dan abstrak.
- Inteligent, bijak dan jenius.
- Memiliki kepribadian yang mudah berubah.
- Mudah menawan hati orang lain.
- Agak pendiam, pemalu dan rendah diri.
- Jujur dan setia pada segalanya.
- Keras hati untuk mencapai tujuan.
- Tidak suka dikekang.
- Mudah memberontak apabila dikekang.
- Emosinya mudah terluka dan sangat sensitif.
- Mudah memamerkan dan memperlihatkan amarahnya.
- Suka berkawan tapi kurang memamerkannya.
- Sangat berani dan suka memberontak.
- Bercita-cita tinggi dan suka berangan-angan dan ada harapan untuk merealisasikan impiannya.
- Pemerhatian yang tajam.
- Suka hiburan dan suka akan benda yang bersifat seni.
- Sangat romantik pada dalamannya tetapi tidak pada luarannya.
- Berkecenderungan pada benda yang tahyul.
- Amat mudah dan boleh menjadi terlalu boros.
- Harus belajar untuk memamerkan emosi.


MARET
~~~~~~
- Berkepribadian yang menarik dan menawan.
- Mudah didampingi.
- Sangat pemalu dan pemendam rasa.
- Sangat baik, jujur, pemurah dan mudah simpati.
- Sangat sensitif pada perkataan yang dituturkan dan alam sekitar.
- Suka pada kedamaian.
- Sangat peka kepada orang lain.
- Sesuai dengan kerjanya yang memberi khidmat kepada orang lain.
- Tidak cepat marah dan sangat baik hati.
- Tahu membalas dan mengenang budi orang.
- Pemerhatian dan penilaian yang sangat tajam.
- Kecenderungan untuk mendendam jika tidak dikontrol.
- Suka berangan-angan.
- Suka melancong.
- Sangat manja dan suka diberi perhatian yang sangat tinggi.
- Kalang kabut dalam memilih pasangan.
- Suka dengan hiasan rumah tangga.
- Punya bakat seni dalam bidang musik.
- Kecenderungan kepada benda yang istimewa dan bagus.
- Terlalu moody.


APRIL
~~~~~
- Sangat aktif dan dinamik.
- Cepat bertindak buat keputusan tetapi cepat menyesal.
- Sangat menarik dan pandai memanjakan diri.
- Punya daya mental yang sangat kuat.
- Suka diberi perhatian.
- Sangat diplomatik (pandai membujuk, berkawan dan pandai menyelesaikan masalah orang).
- Sangat berani dan tidak ada perasaan takut.
- Suka petualangan, pengasih, penyayang, sopan santun dan pemurah.
- Emosi cepat terusik, try to control the emotion.
- Kecenderungan bersifat dendam.
- Agresif, kelam kabut untuk membuat keputusan.
- Kuat daya ingatan.
- Gerak hati yang sangat kuat.
- Pandai mendorong diri sendiri dan memotivasikan orang lain.
- Berpenyakit di sekitar kepala dan dada.
- Sangat cemburu dan terlalu cemburu.


MEI
~~~
- Kekerasan hati dan degil.
- Kuat semangat dan bermotivasi tinggi.
- Pemikiran yang tajam.
- Mudah marah apabila tidak dikontrol.
- Pandai menarik hati orang lain dan menarik perhatian.
- Perasaan yang amat mendalam.
- Cantik dr segi mental dan fisik.
- Tidak perlu dimotivasikan.
- Tetap pendirian tetapi mudah dipengaruhi oleh orang lain.
- Mudah dibujuk.
- Bersikap sistematik (otak kiri).
- Suka berangan- angan.
- Kuat daya firasat, memahami apa yang terlintas di hati orang lain tanpa diberitahu.
- Bagian telinga dan leher mudah diserang penyakit.
- Daya khayal yang tinggi.
- Pandai berdebat.
- Fisik yang baik.
- Kelemahan sistem pernafasan.
- Suka sastra,seni dan musik serta melancong.
- Tidak berapa suka duduk atau diam di rumah.
- Tidak boleh duduk diam.
- Tidak punya banyak anak.
- Rajin dan bersemangat tinggi.
- Agak boros.


JUNI
~~~~
- Berfikiran jauh dan berwawasan.
- Mudah digunakan atau dimanfaatkan orang karena sikap baik.
- Berperangai lemah lembut.
- Mudah berubah sikap, perangai, idea dan mood.
- Idea yang terlalu banyak di kepala.
- Bersikap sensitif.
- Otaknya aktif (senantiasa berfikir).
- Sukar melakukan sesuatu dengan segera.
- Bersikap suka menunda- nunda.
- Bersikap terlalu memilih dan selalu mau yang terbaik.
- Cepat marah dan cepat sejuk.
- Suka berbicara dan berdebat.
- Suka membuat lawakan atau lelucon dan bergurau.
- Otaknya cerdas berangan- angan.
- Mudah dan pandai berkawan.
- Orang yang sangat tertib.
- Pandai memamerkan sikap.
- Gampang berkecil hati.
- Mudah terkena influensa.
- Suka berbenah atau bersih-bersih
- Cepat merasa bosan.
- Sikap terlalu memilih dan cerewet.
- Kurang memamerkan perasaan.
- Lambat sembuh apabila hatinya terluka.
- Mudah menjadi eksekutif.
- Kedegilan yang tidak terkontrol.
- Mempunyai prinsip: siapa yang memuji saya adalah musuh saya tetapi siapa menegur saya adalah kawan saya.


JULI
~~~~
- Sangat senang apabila didampingi.
- Banyak berahasia dan sukar dimengerti, terutama laki-laki.
- Agak pendiam kecuali dirangsang.
- Tak suka menyusahkan orang lain tapi tidak marah apabila disusahkan.
- Mudah dibujuk.
- Sangat menjaga hati atau perasaan orang lain.
- Sangat ramah.
- Emosi sangat mendalam tapi mudah terluka hatinya.
- Berjiwa sentimental.
- Jarang mendendam.
- Mudah memaafkan tapi sukar melupakan.
- Membimbing secara fisik dan mental.
- Sangat peka, pengasih serta penyayang.
- Melayani semua orang dengan sama.
- Daya simpati yang tinggi.
- Pemerhatian yang tajam.
- Suka menilai orang lain.
- Mudah dan rajin belajar.
- Suka mengenang peristiwa atau kawan lama.
- Suka berdiam diri.
- Suka duduk atau diam di rumah.
- Suka menunggu kawan tapi tidak mencari kawan.
- Tidak agresif kecuali terpaksa.
- Lemah dari segi kesehatan perut.
- Mudah gemuk apabila tidak mengontrol makanan melalui diet.
- Minta disayangi.
- Mudah terluka hati tapi lambat untuk pulih.
- Rajin dalam bekerja.


AGUSTUS
~~~~~~~~
- Suka bergurau.
- Sopan santun dan perhatian terhadap orang lain.
- Berani dan tidak mengenal kata takut.
- Orangnya agak tegas dan bersikap kepemimpinan.
- Pandai membujuk orang lain.
- Terlalu pemurah dan bersikap ego.
- Nilai harga diri yang sangat tinggi.
- Haus akan pujian.
- Semangat juang yang luar biasa.
- Cepat marah dan mudah mengamuk.
- Mudah marah apabila perkataannya dilawan.
- Sangat cemburu.
- Cepat berfikir.
- Fikiran yang berdikari.
- Suka memimpin dan dipimpin.
- Sifat suka berangan.
- Berbakat dalam seni lukis, hiburan dan silat.
- Cepat ditimpa penyakit.
- Belajar untuk relax.
- Sikap kelam kabut.
- Romantik, pengasih, penyayang.
- Suka mencari kawan.


SEPTEMBER
~~~~~~~~~~
- Sangat sopan santun.
- Sangat cermat, teliti dan teratur.
- Suka menegur kesalahan orang lain dan mengkritik.
- Pendiam tapi pandai dalam bercakap-cakap.
- Sikap sangat cool, sangat baik dan mudah simpati.
- Kerja yang dilakukan sangat sempurna.
- Sangat sensitif tetapi tidak diketahui.
- orang yang banyak berfikir.
- Otak bijak dan mudah belajar.
- Suka mencari maklumat.
- Kontrol diri untuk tidak terlalu mengkritik.
- Pandai mendorong diri sendiri.
- Mudah memahami orang lain (daya firasat yang tinggi) karena banyak menyimpan rahasia.
- Suka akan hiburan dan melancong.
- Kurang menunjukan perasaannya.
- Luka hatinya sangat lama disimpan.
- Terlalu memilih pasangan.
- Sistematik.


OKTOBER
~~~~~~~
- Menyukai orang yang sayang padanya.
- Suka mengambil jalan tengah.
- Sangat menawan dan sopan santun.
- Kecantikan luar dan dalam.
- Tidak pandai berbohong dan berpura-pura.
- Mudah rasa simpati, baik, lebih mementingkan kawan.
- Senantiasa berkawan.
- Hatinya mudah terusik tetapi merajuknya tak lama.
- Cepat marah.
- Tidak menolong orang kecuali diminta.
- Suka melihat dari perspektifnya sendiri.
- Tidak suka terima pandangan orang lain.
- Emosi yang mudah terusik.
- Suka berangan dan pandai bercakap.
- Emosi yang kelam kabut.
- Daya firasat yang sangat kuat (terutama perempuan).
- Suka melancong, bidang sastra dan seni.
- Pengasih, penyayang dan lemah lembut.
- Romantik dalam percintaan.
- Mudah terusik hati dan cemburu.
- Ambil berat tentang orang lain.
- Suka kegiatan luar.
- Orang yang adil.
- Boros dan mudah dipengaruhi sekitarnya.
- Mudah patah semangat.


NOVEMBER
~~~~~~~~~
- Banyak ide.
- Sukar untuk dimengerti atau difahami sikapnya.
- Berfikiran ke depan.
- Berfikiran unik dan bijak.
- Penuh dengan idea-idea baru yang luar biasa.
- Pemikiran yang tajam.
- Daya firasat yang sangat halus dan tinggi.
- Bagus untuk jadi dokter.
- Cermat dan teliti.
- Sifat yang berahasia, pandai mengorek dan mencari rahasia.
- Banyak berfikir, kurang bicara tetapi mesra.
- Berani, pemurah, setia, dan sabar.
- Terlalu degil dan keras hati.
- Apabila mau akan diusahakan sehingga berhasil.
- Tidak suka marah kecuali digugat.
- Cara berfikir yang lain dari orang lain.
- Otak yang sangat tajam.
- Pandai mendorong diri sendiri.
- Tidak menghargai pujian.
- Kekuatan semangat dan daya juang yang sangat tinggi dan apabila hendak sesuatu akan mencoba sampai berhasil.
- Badan yang tough.
- Kasih sayang dan emosi yang sangat mendalam.
- Romantik.
- Tidak pasti dengan hubungan kasih sayang.
- Suka duduk atau diam di rumah.
- Sangat rajin dan berkemampuan tinggi.
- Amanah, jujur setia dan pandai berahasia.
- Tidak berapa berjaya dalam mengontrol emosi.
- Bercita-cita tinggi.
- Perangai tidak dapat diramal dan mudah berubah-ubah.


DESEMBER
~~~~~~~~~
- Sangat setia dan pemurah.
- Bersifat patriotik.
- Sangat aktif dalam permainan dan pergaulan.
- Sikap kurang sabar dan tergesa-gesa.
- Bercita-cita tinggi.
- Suka menjadi orang yang berpengaruh dalam oranganisasi.
- Senang apabila didampingi.
- Suka bergaul dengan orang.
- Suka dipuji, diberi perhatian dan suka dibelai.
- Sangat jujur.
- Tidak pandai berpura-pura.
- Cepat marah.
- Perangai yang berubah-ubah.
- Tidak ego walaupun harga diri yang sangat tinggi.
- Benci apabila dikekang.
- Suka bergurau.
- Pandai membuat lelucon dan berfikir dengan logika.